Di Taman Budaya, Rico Waas Rayakan Sastra Lewat Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo

Administrator - Minggu, 03 Mei 2026 21:31 WIB
Di Taman Budaya, Rico Waas Rayakan Sastra Lewat Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo
Medan,Dalam sambutannya Wali Kota Medan Rico Waas mengaku kehadirannya dilandasi rasa "kopi" dan "kepo" yang ia maknai secara filosofis.Menurut Rico Waas, kopi adalah simbol jeda, ketenangan, dan ruang merenung dari hiruk-pikuk kehidupan. Sedangkan kepo adalah dorongan rasa ingin tahu yang mendorong seseorang untuk menggali lebih dalam makna kehidupan. Dua hal ini, kata Rico, merupakan perpaduan antara rasa dan nalar yang penting dalam membangun peradaban."Bangsa ini akan kuat jika kebudayaan, intelektual, dan rasa kita terus dijaga. Rasa mencintai, rasa memiliki, dan rasa menelaah kehidupan harus terus hidup," kata Rico Waas didampingi Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Laksamana Putra Siregar dan Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Amsar.Rico juga menyoroti pola penulisan puisi yang menurutnya memiliki kemiripan dengan pola sastra Melayu, sebagai bukti kekayaan budaya lokal yang dapat terus dikembangkan oleh generasi muda. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Medan berkomitmen mendorong seniman muda untuk terus berkarya di berbagai bidang, mulai dari musik, puisi, lukisan, hingga desain."Membangun kota tidak hanya tentang gedung tinggi, rumah sakit, atau infrastruktur fisik. Seni dan budaya adalah elemen penting dalam kehidupan kota," tegas Rico Waas Di akhir sambutannya, Rico Waas secara resmi membuka festival tersebut, seraya memberikan apresiasi kepada penulis, komunitas teater, dan para pegiat seni yang terus menjaga denyut budaya di Kota Medan.Sebelumnya Founder Medan Teater Ahmad Munawar Lubis menuturkan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan sebuah perayaan atas "rasa" yang seringkali terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.Dijelaskannya karya-karya yang ditampilkan merupakan kristalisasi dari berbagai emosi manusia—mulai dari keresahan, tawa yang tertahan, hingga air mata yang jatuh dalam diam. Medan Theater sendiri, menurutnya, dibangun bukan di atas kemegahan gedung, melainkan di atas fondasi kepercayaan dan kesetiaan untuk mengubah rasa sakit menjadi keindahan.Festival Musikalisasi Puisi Kopi dan Kepo pun berlangsung dalam suasana hangat, sarat makna, dan menjadi ruang pertemuan antara sastra, musik, serta semangat kebudayaan yang hidup di Kota Medan. Festival yang menampilkan karya penulis Hasan Al Bana dan musik dari grup 7 Keliling ini pun resmi dibuka, membawa harapan baru bagi bangkitnya ruang-ruang kreatif di Kota Medan.R

Sumber
:

Tag:
Di

Berita Terkait

Wisata

Tokoh Masyarakat Pantai Barat Madina H. Syahrir Nasution: Jika Pemerintah Terus Abai, Rakyat Siap Perjuangkan Bergabung ke Sumatera Barat

Wisata

Disdik Sumut Dukung Kejuaraan Catur SIWO PWI - STOK Bina Guna 2026

Wisata

Amangkurat III Setono Gedong Kediri

Wisata

APH Diminta Periksa Kadisdik Medan dan Oknum yang Diduga Terlibat Pengondisian Pengadaan Buku SD-SMP Negeri se-Kota Medan

Wisata

FABEM Minta Presiden Prabowo Redam Potensi Gesekan Kejagung dan Kortastipidkor Polri

Wisata

Lancaran Wiendu Nuryanti