Identitas Korban Mutilasi di Malang Belum Terungkap

Administrator - Rabu, 15 Mei 2019 05:29 WIB

Malang-halomedan.co

Hingga kini, Kepolisian belum dapat mengungkap identitas korban mutilasi yang ditemukan di Pasar Besar Kota Malang.

“Sidik jari belum terbaca, karena mayat dalam kondisi masih kaku,” ungkap Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada wartawan detik, Rabu (15/5/2019).

Tim Inafis Polres Malang Kota sebelumnya bekerja keras mengindentifikasi sidik jari korban, dari kedua tangan yang sudah terpotong pada bagian siku.

“Tetapi masih diupayakan terus, termasuk mendalami petunjuk lain,” tegas Asfuri. Biasanya, melalui sidik jari identitas seseorang akan bisa terbaca, apalagi sistem kependudukan sudah melalui proses e-KTP.

Bila korban pernah menjalani proses tersebut, maka otomatis identitasnya akan terungkap. Kriminolog Universitas Brawijaya Prija Djatmiko menyatakan, sulitnya sidik jari terbaca bisa jadi bagian dari skenario pelaku, agar jejaknya tidak terlacak.

Dalam kasus mutilasi selaku diiringi dengan ciri mengaburkan jejak dengan memotong tubuh korbannya serta amarah besar dan dendam menjadi belakang kasus tersebut.

“Bisa jadi ini bagian upaya pelaku untuk menghilangkan jejak. Karena dalam kasus mutilasi identik dengan ciri demikian,” kata Prija terpisah.

Namun sangat kuat dugaan, lanjut Prija, jika antara pelaku dengan korban telah memiliki hubungan sebelumnya. Ini selalu muncul dalam kasus yang sama.

“Sangat identik juga pelaku dan korban sudah saling mengenal. Kuncinya adalah identitas korban, jika sudah terungkap, maka bisa menelusuri orang-orang di dekatnya yang memiliki permasalahan dengan korban,” tutur Wakil Dekan I Fakultas Hukum ini.

Ada enam bagian tubuh perempuan korban mutilasi Pasar Besar Malang ini yang dipotong. Saat ditemukan lokasinya tidak dalam satu tempat. Penemuan itu berawal dari Chilman (48), pedagang di Pasar Besar yang mencium bau busuk di area lapak dagangannya. Dia kemudian meminta bantuan sekuriti pasar untuk menelusuri asal dari bau tak sedap itu.

Ketika dilakuan pencarian asal bau diantara sampah yang berserakan, kedua dikejutkan dengan potongan kaki dan tangan di lokasi. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke polisi, Selasa (14/5/2019) siang kemarin. (Res)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

Berita

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

Berita

KJRI Shanghai dan Diplomasi Pengetahuan untuk Indonesia

Berita

Pembukaan Muswil VII KAHMI Sumut, Abdullah Puteh : KAHMI Harus Tampil Sebagai Kekuatan Moral

Berita

MAVI Sumut Harap Dukungan DPRD untuk Sukseskan Kejurda Voli U-14

Berita

Komunitas Salihara Arts Center bersama Grup Tari Asal Taiwan Hadirkan Islands sebagai Dialog Tubuh dan Identitas