Penantian Liverpool Angkat Trofi Liga Champions

Administrator - Rabu, 08 Mei 2019 09:09 WIB

Jose Mourinho menyanjung tinggi Juergen Klopp atas keberhasilan Liverpool menumpas Barcelona dan kembali ke final Liga Champions. Klopp disebutnya pantas mengangkat trofi Liga Champions.

Liverpool membuat comeback fenomenal ketika menghadapi Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions. Sempat tertinggal 0-3 di pertemuan pertama pekan lalu, Sadio Mane dkk membalikkan kedudukan dan menang 4-0 di Anfield, Rabu (8/5/2019) dinihari WIB.

The Reds menundukkan Barca meski tak diperkuat dua pemain bintangnya, Mohamed Salah dan Roberto Firmino.

Penampilan Liverpool dinihari tadi disanjung tinggi Jose Mourinho. Meski kerap saling sindir saat masih melatih di Premier League, Mourinho menyebut Juergen Klopp telah memberikan hal yang luar biasa besar untuk Liverpool.

“Saya tidak memprediksi ini. Saya pernah bilang tak ada yang mustahil. Dan saya katakan jika ada peluang, Anfield adalah salah satu tempat yang bisa membuat sesuatu yang mustahil menjadi mungkin,” ujar Mourinho saat menjadi komentator di beIN Sports.

“Harus saya akui, ini semua karena satu nama. Juergen. Saya pikir ini bukan tentang taktik, ini bukan soal filosofi. Tapi ini tentang hati, jiwa, dan empati fantastis yang dia ciptakan bersama para pemain,” lanjut pria asal Portugal itu.

Setelah kalah di leg pertama dan gagal mengharapkan Manchester City tergelincir di Liga Inggris, Liverpool sempat terancam gagal menuntaskan musim dengan trofi. Namun Virgil van Dijk dkk kini malah bisa membawa pulang piala paling bergengsi di Eropa: juara Liga Champions.

“Mereka berisiko mengakhiri musim yang fantastis tanpa merayakan apapun. Dan sekarang mereka satu langkah lagi menjadi juara Eropa. Saya pikir Juergen pantas mendapatkannya. Anda tahu, pekerjaan yang mereka lakukan di Liverpool sangat fantastis,” ungkapnya.

“Saya pikir ini adalah tentang dia. Ini adalah refleksi dari kepribadiannya yang tidak pernah menyerah, punya semangat bertarung, dan selalu memberikan segalanya. Dia tidak menangis ketika kehilangan pemain. Dia tak mengeluh karena bermain 50-60 laga per musim”.

“Pelatih-pelatih lain di liga lain mereka mengeluh dan berkata para pemainnya bermain terlalu banyak ketika sudah melewati 30 sampai 35 laga,” papar Mourinho.red

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Duka Simanguntong dan Kegagalan Tata Kelola PETI di Mandailing Natal

Berita

Jelang Idulfitri 1447 H, Prabowo Terima Kunjungan Megawati di Istana Merdeka

Berita

Di Penghujung Ramadan, Dua Sahabat Jurnalis Kenang 25 Tahun Kebersamaan dan Komitmen Profesionalisme

Berita

RAMADHAN KE-29, BAKOPAM SUMUT BAGIKAN TAKJIL DAN SEMBAKO UNTUK PEKERJA JALANAN DI MEDAN AREA

Berita

KAMPUS HARUS TETAP MENJAGA MORAL DAN INTEGRITAS

Berita

PC GP Ansor Kabupaten Langkat Tegaskan Solid di Bawah Satu Komando Ketua Umum