TAPTENG-halomedan.co
Setelah beredarnya video kecurangan proses Pemilihan Umum di Kabupaten Tapanuli Tengah, warga net kembali dihebohkan dengan video lainnya yang terjadi di Kecamatan yang berbeda.
Dalam video pertama dengan durasi 46 detik, menjelaskan kejadian di TPS 1 Desa Maduma, Kecamatan Sorkam Barat, oknum saksi dari salah satu partai tidak berdaya dengan aksi bebas para penyelenggara melakukan pencoblosan seluruh sisa surat suara.
Saksi partai yang berpakaian kemeja garis hitam mengaku memergoki penyelenggara mencoblos surat suara lebih dari satu kali.
Selain itu, di TPS 2 Sigolang, Kecamatan Andam Dewi, terlihat salah seorang saksi berupaya melarang orang yang melakukan pencoblosan surat suara berulang. Namun aksinya justru dibalas dengan pengusiran oleh seluruh panitia yang diduga sudah kolusi.
Tidak sampai disitu, video kecurangan yang lain juga beredar, mengenai salah seorang panitia pemungutan suara membawa lari sisa surat suara ke dalam salah satu rumah yang diduga diperintahkan oknum Lurah. Peristiwa ini terjadi di TPS 2 Kalangan Indah, Kecamatan Pandan.
Fenomena kecurangan Pemilu di Tapanuli Tengah ini juga menjadi perbincangan hangat warga net di akun grup Facebook TAPTENG BERSATU UNTUK PERUBAHAN.
Warga net yang rata-rata diisi warga Tapanuli Tengah mengaku tidak heran dengan kecurangan yang dinilai masif ini, mengingat adanya kepentingan oknum pejabat pemerintah insial B S yang juga Ketua DPD salah satu partai di Tapanuli Tengah.
BS diduga sengaja menggerakan ASN hingga Kepala Desa, untuk memuluskan kemenangan kedua saudara kandungnya yang maju sebagai Caleg DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, serta kemenangan Caleg DPR RI inisial D.
Menanggapi fenomena kecurangan yang hampir terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan, mengatakan telah menurunkan tim untuk mengecek kebenarannya.
Ia juga menyatakan bahwa Bawaslu akan meminta KPUD Tapanuli Tengah untuk menunda Pleno di Kecamatan yang terjadi kecurangan.
“Ini masih dalam On proses. Nanti kita akan rekomendasikan untuk penghitungan ulang. Karena ini sifatnyab pelanggaran,” pungkasnya.
Sebelumnya, kesuksesan Pemilu 2019 ternodai dengan banyaknya kecurangan yang terjadi di Tapanuli Tengah. Di TPS 01 Kampung Solok, Kecamatan Barus, warga merekam aksi seluruh petugas KKPS melakukan kecurangan saat penghitungan. Dalam rekaman video tersebut, ketua KPPS terlihat dengan terburu-buru hanya menyebut satu nama caleg DPR RI Delmeria, tanpa melibatkan saksi yang ada.
Selain itu, di TPS lainnya, warga juga merekam aksi panitia menusuk dan memasukan sisah surat suara ke dalam kotak suara dengan sangat leluasa.(res)