MEDAN-halomedan.coKapolri Jenderal Pol.Prof H.Muhammad Tito Karnavian, hadiri apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan menghadapi Pemilu 2019 bertempat Taxy Way Lanud Halim, Jumat (22/3) dengan mengambil tema “Tingkatkan sinergitas TNI-Polri dengan komponen Bangsa lainnya guna mewujudkan Kamdagri yang kondusif”.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahtanto, SIP, Kepala Staf Angkatan dan Pejabat utama TNI-Polri dan elemen masyarakat lainnya.
Apel tersebut diikuti 593.812 prajurit TNI-Polri dan elemen masyarakat lainnya, Apel dipimpin langsung oleh Menkopolhukam selaku Irup. Kegiatan dilanjutkan dengan Penyematan pita tanda operasi dan Deklarasi Damai oleh Ormas dan Potmas.
Dalam amanatnya Menko menyampaikan mengamankan Pemilu adalah kehormatan, Pemilu sukses adalah kebanggaan. Kepada seluruh komponen yang dilibatkan agar bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengemban tugas ini.
Kepada seluruh prajurit TNI Polri yang terlibat agar memegang teguh prosedur tetap dan harus bisa mendewasakan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada berita Hoax.
Dalam penekanannya Menkopolhukam menyampaikan dan harus dipedomani dalammelaksanakan tugas pengamanan Pemilu 2019serentak antara lain:
1. Pahami bahwa tugas pengamananPemilu Serentak Tahun 2019 ini adalahkehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligusmenjadi amal ibadah yang akanmendapatkan balasan pahala dariTuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakandengan tulus ikhlas;
2.Jalin sinergitas antara unsurPemerintah, TNI-Polri, dan seluruhkomponen masyarakat gunamewujudkan keamanan dan kelancaranpelaksanaan tugas;
3. Segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agartidak berkembang dan menggangupenyelenggaraan Pemilu SerentakTahun 2019
4. Tindak tegas sesuai aturan hukum yangberlaku tehadap pihak-pihak yangmencoba mengganggu kelancaranPemilu Serentak Tahun 2019
5. Babinsa dan Bhabinkamtibmas harusmampu ikut serta menenangkanmasyarakat agar tidak resah denganmenyebarnya berita-berita hoax sertamenguatnya politik identitas yang dapatmenggerus di sintegrasi bangsa
6. Inventarisir dan berkoordinasi dengantokoh agama, tokoh adat, tokohpemuda serta tokoh masyarakat untukmemberikan rasa tenang kepadamasyarakat sehingga masyarakat dapatmenggunakan hak pilihnya dengan aman.(res)