Jogjakarta , Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman sangat yakin budaya akan menjadi inti sekaligus perekat daripada kemajuan Bangsa Indonesia. Hal itu dikatakan H Soekirman kepada SUMUT24, disela-sela silahturahmi Pujekesuma se Sumatera di Keraton ke Sultanan Jogjakarta sejak Senin malam (25/2).
Dalam pertemuan itu, Sri Sultan Hamengkubowono X didampingi Mahfud Md, dimana Soekirman yang juga sebagai Pembina DPP Pujakesuma bersama Ketua DPP Pujakesuka Joko Susilo, Sekjen Abdi Yanto, Ruslan, Prof Darmono, Rianto SH, Lilik, Agus Narwan dan pengurus Pujakesuma Kepri, Lampung, Sumbar, Sumsel dan lainnya.
Ketua DPP Pujakesuma Joko Susilo mengajak semua masyarakat Jawa utamanya mari kita sukseskan pilgub dan pilpres 2019, sehingga berjalan aman dan lancar.
”Ayo rame-rame kita datang ke TPS pada 17 April 2019 mendatang. Warga Jawa bersatu untuk kepentingan yang lebih besar sebagai perekat bangsa,“ tegasnya.
Kemudian lanjutnya secara nasional tahun 2019 ke atas, ujar H Soekirman, Pemerintah Indonesia akan menempatkan budaya sebagai inti daripada kemajuan bangsa. Masalah-masalah infrastrukur dan pembangunan lainnya sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi pada periode lalu, sudah kini bisa dievaluasi.
Tapi masalah kebangsaan ini, kata Bupati Sergai, akan erat kaitannya dengan kebudayaan. Oleh sebab itu, Kabupaten Serdang Bedagai dengan takline masalah PATAYA (Pangan, Pariwisata dan Budaya).
“Untuk itu saya berkeyakinan, pangan, pariwisata dan budaya, pondasinya dalah kebudayaan. Bila budaya masyarakatnya baik, maka akan tumbuhlah diatasnya apapun baik sektor, ekononomi, politik dan lainnya dengan baik pula,” ujar H Soekirman.
Sebab itu kita semua paham, Kota atau Daerah Istimewa Jogjakarta ini adalah gudangnya budaya, khusunya budaya Jawa.
“Intinya adalah gotongroyong, intinya Unggah Ungguh, intinya persahabatan. Oleh sebab itulah, sepi, pamrih, rame, jawi,” sebutnya.
Menyadari akan hal itu, masyarakat keturunan Jawa, Pujakesuma yang ada di Sumatera Utara, khususnya di Serdang Bedagai cukup banyak. “Maka saya datang menemui Sri Sultan Hamengkubowono X untuk meminta petunjuk bagaimana caranya memajukan budaya,” ujarnya.
Bukan hanya di Jawa, tapi secara nasional dengan harapan dari Sri Sultan kita mendapat atau arahan dalam pelestarianbudaya tersebut.
“Di Serdang Bedagai, kita sudah membuat Kampung Budaya Melayu di Kecamatan Tanjung Beringin. Akan menyusul Kampung Budaya Jawa. Kami akan mencari komunitas Orang Jawa yang sudah ada. Serta akan mencari suku-suku lain Simalungun, Batak, Kalimantan, Mandailing dan lain-lain yang ada di Sergai,” ujarnya.
“Kami juga sudah melakukan setiap bulannya dua kali menggunakan busana melayu, karena Kabupaten Serdang Bedagai itu adalah Tanah Bertuah. Inilah contoh-contohnya pelestarian budaya di Sergai. Harapan kami kedepannya akan menjadi modal sosial dalam pembagunan daerah Sergai,” ujar .Bupati Sergai Ir H Soekirman. (R03)