Masyarakat, khususnya kaum ibu di Desa Aman Damai, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat mengikutisosialisasi Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR) Berkualitas dalam SJSNBidang Kesehatan, dilaksanakan BKKBN Sumut bersama mitra kerja tahun 2018 dengan antusias.
Pasalnya, pada kegiatan yang turut dihadiri Anggota DPR RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu, SH itu, wargamendapatkan edukasi akan pentingnya KB dalam mencegah kematian anak dan ibu pascamelahirkan.
Perwakilan BKKBN Sumut, Zulkifly Y, S.Sos, tingginya tingkat kematian ibu dan anak merupakan salah satupermasalahan dalam pembangunan keluarga. Dimana kematian anak dan ibu disebabkan pemahaman paraibu yang kurang terhadap jarak kelahiran dan pelayanan pascakelahiran itu sendiri.
Untuk itu pemerintah melalui BKKBN mencanangkan program KB untuk membatasi kelahiran sesuaikesehatan reproduksi si ibu. “Selain menekan angka kematian ibu dan anak, juga mempersiapkan sumberdaya dalam mewujudkan pembangunan nasional,” jelas Zulkifly.
Membatasi jarak kelahiran, lanjutnya, juga mendukung si ibu dalam pemberian ASI eksklusif hingga tigatahun, memberi pendidikan yang lebih terjamin terhadap anak menuju peningkatan kualitas keluarga dimasyarakat.
Orangtua juga dapat fokus memperhatikan perkembangan anak. Termasuk 1.000 hari pertamakehidupan untuk menghindari gizi kurang (stunting).
Karenanya, pemerintah telah mempersiapkan lima jenis alat kontrasepsi seperti suntik, pil, IUD, implan dankondom.
Di samping itu, kaum ibu juga perlu menjaga kesehatan produksinya dengan tiga hal. Yaitumenghindari menggunakan pakaian ketat yang tidak menyerap keringat, sehari dua kali mengganti celanadalam untuk menghindari jamur (keputihan) penyebab kanker serviks, serta cebok dengan menyiram air daridepan ke belakang lalu dilap kering. (R03/rel)