BNN Bongkar Pabrik Industri Ekstasi

Administrator - Jumat, 25 Januari 2019 04:27 WIB

MEDAN-halomedan.coBadan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan penggerebekan kasus narkoba di Jalan Pukat VIII Gang Murni No. 19 Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 20.00 WIB malam.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan bahwa penangkapan merupakan pengembangan dari hasil terdahulu pada tahun 2018, BNN melakukan penangkapan di Marelan dan salah satu tersangkanya sempat melarikan diri berinisial RB.

“Beberapa hari yang lalu kita monitor, ternyata yang bersangkutan masih mengedarkan narkoba jenis ekstasi,” kata Arman di TKP penggerebekan, Kamis (24/1/2019).

“Berdasarkan informasi itu kita kemudian melakukan penyelidikan. Ternyata betul bahwa dia masih mencetak atau membuat ekstasi dalam skala rumahan. Kita menemukan satu mesin cetak ekstasi dan cukup banyak bahan. Setelah dilihat secara sepintas, sambung Arman bahan-bahan itu adalah bahan impor,” tambahnya.

Modus operandi mereka, setelah pada tahun 2018 dilakukan penggerebekan oleh BNN, sambung Arman mereka tidak lagi secara terus-menerus membuat ekstasi. Tapi mereka hanya mengerjakan sesuai pesanan dari pembeli.

“Kalau kita perhatikan tadi, selesai mencetak ekstasi dia menyimpan peralatan dam bahan di dapur. Kita sempat kesulitan untuk menemukan barang bukti, terutama bahan sisa dari percetakan ekstasi tadi malam. Namun karena kita menggunakan anjing pelacak (K9) baru kita temukan dan cukup banyak bahan yang siap cetak yang ditemukan beserta peralatan-peralatannya,” ungkap Arman.

Arman mengungkap ada tiga orang yang diamankan. Di antaranya DPO pada 2018 silam berinisial RB, GUN (45) yang mencetak ekstasi, pembeli IKS dan Acun yang diduga sebagai pengendali.

Lebih lanjut, Arman menjelaskan bahwa para pelaku membuat ekstasi dalam skala rumahan atau biasa disebut Kitchen Lab. Biasanya itu dibuat di Lab dan pada umumnya dilakukan oleh anak-anak muda dan digunakan oleh kalangan sendiriTapi yang sekarang diamankan, mereka mencetak dan membuat di dapur. Tapi tidak dipakai sendiri, melainkan untuk dijual dan diedarkan untuk di konsumsi.

Terkait adanya pengiriman barang dari Fedex, Arman menuturkan bahwa barang-barang yang digunakan pelaku untuk meracik dan membuat ekstasi hingga jadi, berasal dari luar negeri. Paling tidak ada tiga atau empat prekursor yang diimpor dari luar negeri, akan ditelusuri sebanyak apa dan apakah masih ada sisa.

“Dari hasil wawancara kami, mereka sudah kurang lebih 1 tahun melakukan kegiatan seperti ini. Mencetak dan juga mengedarkan ekstasi. Perhari kita hitung mereka bisa mencetak 1000 butir secara manual. Tadi kita temukan ada 300-400 butir yang sudah jadi dan itu yang akan diserahkan kepada pemesan berinisial IKS dan ada juga pengendali yang berasal dari lapas,” beber Arman.

Terkait pihak keluarga yang dikabarkan sempat menutup-nutupi saat dilakukan penggerebekan, Arman membenarkan hal tersebut dan keluarga seperti sudah mengetahui apa kegiatan dari salah satu anggota keluarganya. Hingga pada saat BNN datang mereka seolah tidak tahu dan kurang begitu merespon apa yang ditanyakan.

“Setelah kita datangkan anjing pelacak dan kita temukan semua, baru mereka terdiam dan sekarang mereka akan menjalani pemeriksaan di BNNP. Kalau memang mereka tahu berarti patut diduga ikut serta dalam melakukan kegiatan pencetakan atau pembuatan narkoba,” ujarnya.

Masih kata Arman, diperkirakan barang haram narkotika akan diedarkan keluar kota. Karena pemesan berasal dari luar kota.

“Keprihatinan kita bersama, kenapa narkoba itu bisa sampai ke tempat-tempat berpenduduk sangat padat dan sama sekali tidak dicurigai. Apalagi ada tempat ibadah (Musala), kemudian rumah yang seperti ini. Apalagi bahan-bahan dicampur dengan bumbu-bumbu masakan. Apalagi profesi rumah milik (adik korban) adalah penjual makanan di warung pinggir jalan,” urai Arman.

“Saya kira itu sudah direncanakan. Karena barang bukti yang kita temukan bercampur dengan bahan-bahan dapur. Sehingga harus mendatangkan anjing pelacak,” pungkas Arman.(res46)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Head to Head di Musda Golkar Sumut: Hendri Sitorus vs Andar Harahap

Berita

IPI–Pegadaian Sumut Bangun Sinergi Investasi Unik, Sampah Ditukar Jadi Emas

Berita

‘Mens Rea’ Membuktikan Humor Tidak Niscaya Lucu

Berita

Cegah Banjir Musim Hujan, Babinsa Ngaringan Gotong Royong Bersihkan Gorong-Gorong

Berita

Ibunda Wartawan Irvan Rumapea Meninggal Dunia, Ketua Pewarta Polrestabes Medan Berikan Tali Asih

Berita

Yayasan Pendidikan Graha Kirana dan DHD 45 Provsu Teken MoU, Prof. Arif Nasution Terima Lencana Kejuangan 45