Kapolri Beri Mata Kuliah Teroris di Universitas Singapura

Administrator - Rabu, 23 Januari 2019 07:31 WIB

JAKARTA-halomedan.coKapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., Selasa, 22 Januari 2019, kembali ke almamater tempatnya berkuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Kali ini bukan untuk menuntut ilmu, namun untuk memberikan kuliah tentang penanggulangan terorisme di salah satu universitas terbaik dunia tersebut.

Kapolri memberikan kuliah dengan judul Strategy and Counter Strategy of Terrorist Networks, Case Study Indonesia, kepada para peserta 12th Terrorism Analyst Training Course. Kursus diikuti oleh 50 peserta dengan berbagai latar belakang profesi dari 14 negara, termasuk 6 mahasiswa program magister dan doktoral Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta.

Dalam kuliah berdurasi lebih dari 1,5 jam tersebut, Kapolri menyampaikan berbagai isu terkini terkait strategi penanggulangan terorisme di Indonesia. Mulai dari penjelasan tentang konsep dasar dan bentuk-bentuk terorisme, sejarah perkembangan terorisme di tanah air dan terorisme global, strategi penanggulangan terorisme di Indonesia, sampai dengan analisis mengenai efektivitas strategi penanggulangan terorisme di Indonesia.

Kapolri menilai bahwa penanggulangan terorisme di Indonesia yang mengkombinasikan pendekatan _hard power_ berupa penegakan hukum secara tegas, profesional, dan dengan menunjunjung tinggi nilai-nilai HAM, dengan pendekatan _soft power_ berupa deradikalisasi, kontraradikalisasi, kontraideologi, netralisasi saluran penyebaran ideologi radikal, serta netralisasi situasi kondusif terhadap penyebaran ideologi radikal, sangat efektif dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia.

Selain itu, pendekatan penegakan hukum juga sangat tepat diterapkan di Indonesia dalam iklim demokrasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan penghormatan terhadap nilai-nilai HAM. Pendekatan penegakan hukum telah berhasil merebut simpati publik kepada Pemerintah negara dalam upaya penanggulangan terorisme.

Kombinasi antara pendekatan _hard power_ dan _soft power_ tersebut juga dinilai berhasil dan telah menarik berbagai Pemerintah negara asing dan lembaga internasional. Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang dinilai berhasil mengatasi permasalahan terorisme dengan cara-cara terhormat dan bermartabat di mata dunia.

Acara perkuliahan ditutup dengan tanya jawab yang dipandu oleh Deputy Head of International Centre for Political Violence and Terrorism Research pada S. Rajaratnam School of International Studies, NTU, Dr. Jolene Jerard. Para peserta tampak sangat antusias untuk mengajukan pertanyaan kepada Kapolri, sehingga diskusi berlangsung dengan sangat hangat.(res46)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

DARI BALI, IPHI LEPAS LANDAS, Dari Organisasi penuh indah Menuju Organisasi Peradaban Modern

Berita

BRI BO Sibuhuan Perkuat Sinergitas dan Kolaborasi dengan Kemenag Palas

Berita

Mahasiswa Magister UNAS: Gerakan Mahasiswa Harus Jujur dan Tidak Mengatasnamakan Institusi

Berita

Bupati Langkat dan Kajari Audiensi dengan Kajati Sumut, Perkuat Sinergitas Pengawalan Pembangunan

Berita

Perkuat Sinergitas,BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi Kepihak KKSU Hati Nurani

Berita

Tingkatkan Layanan Perbankan, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi Kenasabah