TAPANULI SELATAN I HALOMEDAN.COKematian Ododogo Giawa (28), terduga pelaku pembacokan sopir angkutan umum di Tapanuli Selatan beberapa waktu lalu, mendapat perhatian dari Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Kabupaten Tapanuli Selatan Faaduhu Daeli.
Faaduhu tidak percaya laporan pihak kepolisian bahwa Ododogo meninggal karena gantung diri usai membacok sopir bernama Amiruddin Harahap (33). Sebab, katanya, terdapat beberapa luka lebam di bagian kepala Ododogo.
“Kami minta kepada pihak Polres Tapanuli Selatan segera menangani kasus atas kematian Ododogo secara serius dan profesional, supaya jangan ada hal-hal yang mencurigakan. Karena penanganan dari pihak Polsek Batang Toru, kami tidak mendapatkan kepuasan,” ujar Faaduhu, Rabu (26/12/2018).
Faaduhu mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pendampingan hukum kepada keluarga Ododogo untuk mengusut penyebab kematiannya.
“Kita sangat prihatin atas kejadian ini, apalagi melihat keluarga sangat tidak menerima kematian saudara Ododogo. Untuk itu kami mengharapkan kasus ini diusut tuntas hingga mendapat titik terang oleh Polres Tapanuli Selatan,” ujar Faaduhu.
Sementara di tempat terpisah Kapolsek Batang Toru AKP M Zein Harahap kepada Wartawan mengatakan sedangkan melakukan sidik lebih lanjut terhadap kasus kematian Ododogo. Ia juga mengatakan telah bertemu pihak keluarga.
“Kami sedang menyiapkan proses sidik lanjut dan tadi baru gelar di Polres dengan pihak keluarganya. Dan kami sepakat akan bertemu kembali pada hari Senin (7/1/2019) yang akan datang,” kata Zein.
Seorang sopir angkutan umum jurusan Padangsidimpuan-Sibolga, Amiruddin Harahap (33), ditikam pada Minggu (16/12/2018) lalu.
Punggung Amiruddin ditikam oleh penumpangnya sendiri saat sedang melaju di daerah Tano Ponggol, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.
Berdasarkan informasi, pelaku penikaman ini adalah Ododogo Giawa (28), lelaki yang ditemukan tewas gantung diri di daerah yang tak jauh dari lokasi penikaman tersebut.
Ododogo ditemukan meregang nyawa dengan lilitan tali di lehernya tak lama setelah aksi penikaman tersebut. Hingga saat ini, tidak diketahui secara pasti motif penikaman itu.
“Benar. Jadi setelah menikam dia lari dan gantung diri,” ujar Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Ismawansa, Senin (17/12/2018). Setelah ditemukan, jasad Ododogo langsung diboyong ke Puskesmas Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.
Sebelumnya, Amiruddin juga terlihat dijenguk keluarga dan kerabat di RS TNI AD Padangsidimpuan. Kondisinya masih lemas, terlihat perban menempel di punggungnya.
Amiruddin mengatakan, ketika itu ia hendak menuju Sibolga. Saat berada di Batunadua, Tapanuli Selatan, seorang lelaki dengan memakai kemeja warna kuning serta berambut pendek, naik ke angkutannya. Ia mengaku hendak menuju ke Batangtoru, Tapanuli Selatan.
Saat itu, ada tiga orang penumpang di angkatannya. Dua penumpang duduk di bagian depan atau di sebelah bangku sopir, sedangkan pelaku duduk di bagian belakang. “Tapi waktu di jalan tiba-tiba saya ditikam. Setelah itu dia loncat dan lari,” kata Amiruddin sembari menahan sakit.
Amiruddin mengaku tidak punya masalah dengan seseorang. Oleh karena itu, ia tidak tahu motif pelaku menikam dirinya. Tak lama setelah ditikam, Amiruddin langsung dibawa ke RS TNI AD Padangsidimpuan.
Sedangkan menurut saksi mata, pelaku lari ke arah perkebunan salak milik warga di Lingkungan I Tano Ponggol, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Tapanuli Selatan.
Tak lama setelah peristiwa penikaman ini terjadi, pada hari yang sama, kabar tentang penemuan jasad lelaki gantung diri merebak. Rentang waktunya hanya selisih beberapa jam.
Lelaki itu belakangan diketahui bernama Ododogo Giawa, warga Desa Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan. Ia diduga pelaku penikaman terhadap Amiruddin. Sebab, ciri-ciri serta lokasi pelariannya, seperti yang disebutkan sejumlah saksi mata saat itu.(tomps)