MEDAN-halomedan.coKedatangan jenazah korban pembunuhan massal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Jefri Simare-Mare, di rumah duka di Desa Sei Belutu,Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara disambut isak tangis keluraga.
Kediaman keluarga Jefri langsung di sesaki para pelayat yang ingin mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya pria berusia 26 tahun tersebut.
Keluarga tidak menyangka, putra mereka pulang dalam kondisi sudah menjadi mayat.
” Rencananya, adik saya itu mau merayakan natal dan tahun baru di kampung,” kata kakak korban,Teti Boru Simare-Mare,saat ditemui wartawan di rumah duka, Sabtu (8/12).
Jenazah korban di hantar langsung oleh perwakilan dari PT Istaka Karya, Kementrian BUMN dan personil Polri dan TNI dan diserahkan kepada keluarga.
Korban di ketahui bekerja di PT Istaka Karya lebih kurang 4 tahun lamanya.Terakhir,korban yang penghobi otomotip ini ikut dalam proyek pembangunan transpapua di Papua.
” Sudah lama juga dia (Jefri) bekerja di PT Istaka Karya. Terakhir ikut pengerjaan proyek transpapua di Papua,” lanjutnya.
Keluarga berharap, kepada pemerintah khususnya TNI/ Polri untukn segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman seberat- beratnya agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.
” Minta kepada pemerintah segera menangkap dan menghukum para palaku, agar tidak ada lagi korban,” pinta Teti.
Keluarga berterima kasih kepada pemerintah yang telah menghantarkan kembali jenazah anggota keluarga mereka yang tewas dibunuh oleh KKB di Papua.
” Kami berterima kasih kepada pemerintah sudah menghantarkan jenazah korban,” ungkapnya.(res)