MEDAN-halomedan.coGenerasi Milenial Dukung Jokowi di deklarasikan, di Raz Hotel, Jalan Dr Mansyur, Medan, Senin (3/12/2018).
Perhelatan akbar ini dihadiri ratusan relawan muda/mahasiswa, yang bersepakat untuk memenangkan Jokowi sebagai Presiden 2019 mendatang.
Fuad Ginting, Ketua Partai Solidaritas Indonesia(PSI) Sumut mengatakan, generasi milenial akan mendominasi pada tahun-tahun mendatang. Terutama dalam kontestasi politik di masa depan.
Berbeda dengan orde baru, yang sengaja menjauhkan anak anak muda dari politik. Padahal, katanya, generasi mudalah yang menjadi penentu pembangunan di Indonesia. Makanya generasi milenial harus belajar politik secara dini.
“Banyak sekarang orang orang yang tidak nasionalisme. Dan itu sangat tidak kita harapkan. Sekali lagi, mari bersama mendukung Jokowi sebagai Presiden kita untuk 5 tahun kedepan,” katanya.
Natanael, Wakil Sekretaris DPW Nasdem Sumut, mengatakan Jokowi sosok Presiden yang tepat untuk kembali memimpin Indonesia.
“Jokowi sudah teruji dengan kerja kerja kerja yang nyata. Bukan seperti yang lain, banyak komentar tanpa ada berbuat untuk rakyat. Mari kita sama sama menanamkan dalam diri masing masing bahwa Jokowi Presidenku. Pilih Jokowi kembali,” ujarnya.
Nasdem, katanya, sebagai partai yang sangat memperhatikan generasi milenial, dengan menggandeng mahasiswa di kampus kampus. Karena ini merupakan aset partai yang paling berharga.
Soetarto, Sekretaris Tim Kampanye Daerah Jokowi- Ma’aruf Amin Sumut, meminta seluruh mahasiswa bersatu sebagai suara milenial untuk Jokowi Presiden.
Apalagi, katanya suara milineal di $umut ada 18 juta sedangkan secara nasional berkisar di angka 85 juta orang.
“Tentu ini potensi yang luar biasa, potensi untuk membangun Indonesia dan perubahan ke arah yang lebih baik dengan kerja kerja kerja,” sebutnya.
Generasi muda menjadi garda terdepan untuk pemenangan Jokowi, dengan program program kerakyatan serta pembangunan Indonesia lebih makmur dan sejahtera.
“Jangan percaya jokowi PKI, itu semua fitnah. Demikian juga halnya menyebut Jokowi sebagai antek asing. Lihat Freeport, bagaimana beliau bisa menyelesaikannya dalam waktu dua tahun saja sehingga kembali dikuasai oleh negara. Banyak cara untuk menjelekkan Jokowi, mencoba menjatuhkan dengan cara cara yang tidak pantas,” pungkasnya.(res)