MEDAN -halomedan.co Remaja 16 tahun bernama Roni Riski warga Dusun Aek Galoga Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, hanyut dan tenggelam di Sungai Batang Gadis, pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pemimpin Tim Pencarian, Kasat Sabhara Polres Madina AKP Tio Marlin saat dikonfirmasi, membenarkan adanya remaja yang hilang di Sungai Batang Gadis.
“Korban telah hilang sejak Selasa (13/11/2018). Saat ini kita masih sedang melakukan pencarian,” kata Tio Marlin, Jumat (16/11/2018).
Tio menjelaskan bahwa awalnya korban sedang bermain bola bersama teman-temannya. Lalu tiba-tiba bola masuk kedalam sungai. Korban kemudian mencoba untuk mengambil bola dan saat itu arus sungai sedang kencang, karena malam sebelum kejadian terjadi hujam deras hingga membuat arus sungai deras.
“Dia ambil bola, rupanya arus sungai deras dan coba ditolong oleh adiknya. Mungkin karena dia tidak bisa berenang, dia bilang sudahlah lepaskan saja aku, karena aku sudah capek,” ucap Tio.
“Adiknya kemudian naik, dan korban hanyut terbawa arus sungai. Hingga pencarian hari keempat belum ada tanda-tanda ditemukan korban,” ungkap Tio.
Lebih lanjut, Tio menyebutkan bahwa penyisiran lewat darat untuk mencari korban hanyut di Sungai Batang Gadis sudah dilakukan. Memasuki hari keempat dan sampai saat ini belum juga di temukan.
Hingga kini, pencarian korban yang hanyut di Sungai Batang Gadis masih dilakukan Tim pengamanan dan penyelamatan Polda Sumut bergabung dengan personel Polres Madina.
Kemudian, Tim Sar dan BPBD Kabupaten Madina dan masyarakat Dusun Aek Galoga Desa Pidoli Lombang, masih terus melakukan pencarian korban laki-laki yang hilang tersebut.(res)