Samosir- halomedan.coKedatangan empat jenazah satu keluarga korban pembunuhan sadis di Bekasi di sambut histeris keluarga di rumah duka, di Hariara Tolu, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Empat mobil jenazah yang berangkat dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang malam tadi akhirnya tiba sekitar pukul 07.00 wib. Isak tangis langsung pecah ketika empat peti jenazah diangkat dari dalam ambulans.
Tempat permayaman peti sudah disesaki para kerabat dan keluarga. Sejumlah pejabat Kabupaten Samosir juga hadir untuk menyambut kedatangan mereka .
Abang kandung Diperum, Saborang Nainggolan mengatakan bahwa hari ini akan digelar prosesi adat. Setelah adat penghormatan terakhir dan prosesi keagamaan selesai, jasad keempat korban akan dikebumikan.
“Kita kebumikan di pemakaman keluarga,” katanya, Kamis (15/11).
Saborang juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga berharap para pelaku bisa ditangkap dan dihukum dengan seberat-beratnya.
“Kami berharap polisi dapat menangkap pelakunya dan dihukum dengan seberat-beratnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir yang hadir ke rumah duka juga langsung dihadiri oleh Bupati Samosir, Rapidin Simbolon.
“Kami rombongan dari Pemkab Samosir baru saja melayat ke rumah duka,” katanya kepada wartawan, Kamis (15/11).
Untuk diketahui bahwa satu keluarga tersebut tewas di dalam kontrakan mereka di kawasan Jalan Bojong Nangka, Kota Bekasi (13/11) kemarin. Mereka diduga menjadi korban pembunuhan sadis.
Diperum Naingholan, 38 dan istrinya, Maya Boru Ambarita, 37, mendapat luka gorok di leher. Mereka ditemukan terkapar di ruang tamu. Di dekat jasad mereka ditemukan sebuah gunting.
Dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan, 9 dan Arya Nainggolan, 7, ditemukan tewas di kamar tidur. Mereka diduga dibekap hingga kehabisan napas. Itu terlihat dari bantal yang menutup wajah kedua anak tersebut.
Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dugaan pembunuhan itu. Polda Metro Jaya juga sudah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus tersebut.( res)