Kecamatan Bilah Hulu Labuhanbatu Ada Empat Desa Masuk Dalam Lokus Stunting

Administrator - Minggu, 31 Juli 2022 15:14 WIB

LABUHANBATU | Empat Desa masuk dalam Lokus Stunting, di kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Saat rembuk Stunting. Jumat (29/7/2022).

Camat Bilah Hulu Kamisdan Ritonga, S.Ap,MM, menegaskan sinergritas dengan pemerintahan Desa hingga Kedusun harus ditingkatkan lagi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kamisdan saat mengikuti rembuk stunting di aula Kantor Camat Bilah hulu Aek Nabara bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Labuhanbatu.

Dikatakan Kamisdan, penanganan Stunting adalah sebuah program yang di atensi langsung oleh Presiden RI Jokowi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi dan data di Kecamatan Bilah Hulu ada empat Desa yang masuk dalam lokus Stunting, harapan saya hal ini jangan sampai berkembang namun bisa kita turunkan dengan kerjasama yang baik antar stakeholder terkait.

Untuk lebih jelas apa itu Stunting dan bagaimana cara penanganannya, mari kita dengarkan pemaparan dari TPPS Kabupaten Labuhanbatu, dan setelah itu kita aplikasikan dengan aksen di lapangan, tutup Kamisdan.

Ketua Tim II Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Labuhanbatu Friska E.Simanjuntak, SKM, MKM, dalam materinya mengarahkan kiranya gerakan -gerakan dari desa untuk penanganan Stunting menjadi prioritas program yang harus di lakukan.

Dukungan Kepala Desa dalam hal pengadaan anggaran sangatlah dibutuhkan karena ini sudah menjadi atensi pemerintah pusat yang harus benar-benar kita sesuaikan. ucap Friska.

Dijelaskan Friska, bahwa Labuhanbatu ditetapkan oleh Bappenas sebagai daerah lokus stunting, yang sejak tahun 2021 sudah melakukan langkah-langkah penurunan angka Stunting.

“Kita bersyukur dari tahun 2021 ke tahun 2022 terjadi penurunan yang signifikan, dan ini akan kita perjuangkan hingga nol” timpal Friska

Saya berharap melalui rembuk stunting ini kita sepakat berkomitmen menurunkan angka stunting yang merupakan program nasional hingga 14% ditahun 2024. tutupnya.

Kemudian menanggapi hal itu, Kabid Teknologi Tepat Guna dan PK2SDA dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu Darwis Nasution SE, mengintruksikan kepada kepala Desa di setiap desa menganggarkan alat pengukur tinggi badan untuk mengetahui anak balita tersebut berstatus Stunting atau tidak, dengan mengikuti petunjuk dari Bappeda, ujar Darwis.

Disisi yang sama, Ketua Karang Taruna Labuhanbatu Ahmad Ansyari Siregar menegaskan kepemudaan karang taruna siap ambil bagian dan turun di Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Labuhanbatu, kami tertarik dengan permasalahan stunting ini, kami akan meminta data di desa mana yang berpotensi lokus stunting, kami akan ikut dalam kegiatan ini termasuk juga pemberian bantuan vitamin dan makanan bergizi lainnya.

Rembuk stunting tersebut diisi dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab terkait pengenalan apa itu stunting dan cara penanganannya oleh TPPS dan Kepala Desa. (W28)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

WR II UNPAB Ucapkan Terima Kasih, 22 Dosen Lulus 100 Persen Sertifikasi Dosen

Berita

Think Better, Work Better, Serve Better! Monthly Upgrade Academy Dorong Budaya Mutu dan Perbaikan Berkelanjutan di UNPAB

Berita

Deepa Malik: Membawa Ikon India Shah Rukh Khan & Amitabh Bachchan ke dalam Gerakan 100 CTFP

Berita

Forum Pimred Serahkan Penghargaan Pena Emas kepada KSP Dudung Abdurahman

Berita

Jembatan Gantung Bolatan Rampung 100 Persen, Warga Kini Punya Akses Lebih Aman

Berita

Shohibul Anshor Siregar Sebut Status Tersangka Anggota DPRD Sumut Belum Alasan Otomatis PAW, Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah