Firli Bahuri: Penyelenggara Pemilu Harus Belajar dari Filosofi Tinju

Administrator - Sabtu, 02 Juli 2022 10:05 WIB

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengatakan kalau semua orang harus belajar dari filosofi olahraga Tinju. Menurut Firli, pertandingan tinju sangat terbuka. Wasit tidak bisa bermain – main dengan angka, selain itu juara secara langsung dapat disaksikan keunggulannya.

Hal itulah yang disampaikan Firli Bahuri usai menyaksikan secara langsung pertandingan tinju antara Daud Yordan melawan petinju asal Thailand, Panya Uthok dalam gelaran MPro Evolution Fight Series 2022, yang diselenggarakan di Balai Sarbini Jumat malam (1/7) kemarin.

Selain mengungkapkan filosofi tinju, tak kalah pentingnya bagaimana Firli mengajarkan bagaiamana seorang pejabat negara harus bersikap dan memberikan contoh sebagai Tauladan. Dimana saat menyaksikan pertandingan tinju itu Firli tidak mau menyaksikan dengan fasilitas gratis, meski ia diundang namun dirinya tetap membeli dan membayar sendiri, satu lembar tiket seharga Rp 570.000.

“Walau saya diundang resmi oleh panitia tapi saya beli tiket,” ujar Firli kepada wartawan, Sabtu (2/7/2022) melalui sambungan telepon.

Firli mengaku kehadirannya secara langsung saat pertandingan tersebut menyemangati petinju kebanggaan Indonesia itu agar bisa tetap mempertahankan juara silver kelas ringan super WBC Asian Boxing Council yang diraih ketika menang TKO ronde ke-5 atas Rachata Khaopimai di Pattaya, Thailand, 19 November 2021 lalu.

“Daud meminta saya untuk menyemangati dirinya. Sebelum naik ring, saya ketemu Daud di ruang ganti. Saya kasih tahu kekuatan petinju Thailand dan kelemahannya. Tadi saat di atas ring, saya teriak, waspadai pukulan vanya dari bawah. Rahang kiri terbuka, pukul,” ungkap Firli.

Menurut Firli, para petinju berlatih dengan sangat keras dan menyiapkan diri sebelum naik ring. Mereka tidak menggunakan survei untuk popularitas untuk menentukan siapa yang akan dipilih sebagai pemenang.

“Begitu juga saat di atas ring, kedua petinju adu jotos untuk meraih angka kemenangan bahkan menggunakan pukulan sekeras – kerasnya untuk menjatuhkan lawan, bahkan tidak jarang lawan tersungkur mencium kanvas,” tutur mantan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.

Firli juga menyampaikan bagaimana indahnya akhir dari pertandingan tinju. Setelah wasit menyatakan pemenang, kedua petinju saling bersalaman dan berangkulan tanpa kebencian dan permusuhan.

“Elok sekali filosofi tinju. Petinju yang kalah mengucapkan selamat atas kemenangan yang diraih dan yang kalah menerima kekalahan dengan ksatria dan lapang dada,” tutur Firli Bahuri.

Bercermin dari filosofi olahraga Tinju, maka Firli berharap yang sama juga dijalankan oleh penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu). Pensiunan Jenderal Polisi Bintang Tiga tersebut berharap penyelenggara Pemilu dapat menjalankan tugas secara profesional, adil, transparan dan akuntabel. Bahkan Firli mengibaratkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia sebagai Wasit.

“Bawaslu memainkan perannya sebagai wasit yg berani, benar, jujur, profesional, dan adil serta independen,” pungkas Firli Bahuri.rel

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Perkuat Sinergitas,BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi Kepihak KKSU Hati Nurani

Berita

Tingkatkan Layanan Perbankan, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi Kenasabah

Berita

Lantik 69 Pejabat Manajerial, Wali Kota Medan: Atasan Itu Hierarki, Masyarakat Adalah Jabatan Tertinggi

Berita

Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan, BRI BO Sibuhuan Kunjungi Yayasan Baruna Husada

Berita

Alisansi CS KERAS Geruduk Kejatisu dan Bakar Foto Walikota, Goklif Manurung: Kajati SUMUT SEGERA Periksa & Tangkap Wesly Silalahi Terkait Gurita Korup

Berita

Pinca BRI BO Sibuhuan : Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Dalam Bekerja Melayani Nasabah