Halomedan.co – Indonesia faktanya terdampak baik secara positif maupun negatif atas perang antara Rusia dan Ukraina.
Secara positif, Indonesia Indonesia bisa memanfaatkan situasi perang Rusia dan Ukraina untuk menggenjot pemasaran sejumlah produk. Meski demikian, Indonesia juga perlu mewaspadai dampak negatif dari perang Rusia dan Ukraina, misalnya, ancaman inflasi.
Dikutip halomedan.co dari Pikiranrakyat-Depok.com dari Indonesia.go.id, berikut ini sejumlah dampak positif dan negatif untuk Indonesia dari perang Rusia dan Ukraina.Indonesia dalam situasi ini bisa menggenjot pemasaran sejumlah produk di sektor energi, melalui komoditas batu bara dan migas.
Pasalnya, kebutuhan energi terutama untuk pembangkitan listrik negara Eropa biasanya dipenuhi oleh Rusia dengan bahan bakar gasnya. Namun, akibat perang Rusia harus mencari substitusi sumber energinya.
Subtitusi salah satunya adalah menggunakan kembali batu bara dan itu dimiliki Indonesia.
Serangan Rusia terhadap Ukraina diketahui telah mendorong naiknya harga sejumlah komoditas energi.Tercatat, harga minyak dunia kini sudah menembus 100 dolar per barel. Harga senilai itu merupakan pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir.
Memanasnya situasi di kawasan Eropa itu telah memberikan hal yang positif bagi ekonomi Indonesia.
Sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2022. Nilainya mencapai 930 juta dolar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, menyebutkan ada beberapa pergerakan harga komoditas yang memengaruhi kinerja neraca perdagangan pada awal tahun ini.Setianto memang tidak menyebutkan konflik di kawasan Eropa menjadi penyebab pergerakan harga tersebut.
Akan tetapi, kenyataannya konflik itu menyebabkan sejumlah harga komoditas terdorong naik.
Dampak positif ekonomi Indonesia dari memanasnya situasi di Ukraina, tidak hanya masalah neraca perdagangan yang mengalami surplus, tetapi juga penerimaan pajak yang ikut terdongkrak.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak Suryo Utomo, lonjakan harga komoditas dan meningkatnya permintaan global mendorong setoran pajak dari sektor usaha pertambangan pada Januari 2022 melonjak lebih dari dua kali lipat.Pertumbuhan sektor ini merupakan yang tertinggi dibandingkan sektor usaha lainnya.
Dari gambaran ini, konflik Rusia dan Ukraina memang memberikan pengaruh positif bagi neraca dagang Indonesia, terutama naiknya permintaan terhadap sektor pertambangan dan minyak kelapa sawit.
Memanasnya Rusia, Ukraina, dan negara-negara pendukungnya ibarat pisau bermata dua bagi perekonomian Indonesia.kan tetapi, di sisi lain, naiknya permintaan dan terdongkraknya harga juga berpotensi memunculkan inflasi yang tinggi.
Situasi yang dilematis ini perlu diwaspadai implikasi yang muncul ke depannya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendeklarasikan perang terhadap Ukraina pada Rabu, 23 Februari 2022.
Pengumuman Putin itu sontak meningkatkan eskalasi di benua bir Setelah deklarasi perang Putin, suara ledakan terdengar di sejumlah kota di Ukraina, seperti di Kramatorsk, Kharkiv, Odessa, Mariupol, dan Ibu Kota Ukraina, Kiev. rel/pr