Medan, Halomedan.co
Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara ( Gema Santri Nusa ) KH. Akhmad Khambali, SE, MM mengimbau masyarakat/ Para Asatidz agar jangan mudah terpancing dalam konflik yang membawa-bawa nama Ummat dan Agama. Alasannya, Khambali menilai akar permasalahan konflik yang membawa-bawa nama Ummat dan Agama sering kali bukan dikarenakan Agama.
Pernyataan ini ia lontarkan menyusul Sering terjadinya Persoalan2 Rumah Ibadah dan Wakaf Rumah Ibadah yang selalu membawa2 Label Demi Ummat.
Agama dan Ummat hanya dipakai untuk bertikai dan yang memakainya ada kepentingan di luar Ummat dan agama,” kata Kyai Khambali saat ditemui di Kantor Gema Santri Nusa kemarin.
Kyai Khambali berpendapat pertikaian yang membawa-bawa nama Ummat dan agama hendaknya segera diusut, apakah benar memang konflik Ummat/agama atau konflik kepentingan lain. Tak jarang, kata Kyai Khambali, konflik itu sebenarnya adalah konflik ideologi antara segelintir pihak tertentu.
Kyai Khambali menambahkan, “Menurut saya, Indonesia perlu National Security Act untuk menangkap kejahatan yang berbasis ideologi sejak dini. Jangan kalau sudah jadi teroris baru ditangkap.”
Untuk Itu, Kyai Khambali Selaku Ketua Umum Gema Santri Meminta Peran Sentral MUI Khususnya di Sumatera Utara sebagai Penyejuk Kedamaian, Keharmonisan, Keteduhan dan Tempat Bersandar Serta sbg Tempat Mauidhoh Hasanah. Jangan Sampai MUI lebih bermuatan Politis dan Pragmatis..
Kyai Khambali berharap, jangan sampai Para Ustadz mudah di susupi oleh orang orang yang tidak bertanggung Jawab dan Berita2 Hoax.Sebab Namanya Berita Hoax itu di Buat Oleh Orang Pintar Tapi Jahat dan di sebarluaskan Oleh Orang Baik Tapi Bodoh.. Maka dari itu perlu Unsur ke Hati2an dan Perlu Tabayyun ke Pihak2 yang memahami Substansi Persoalan.Maka Kata Nabi : ” Kejahatan Yang Terorganisir dengan baik, Maka akan Mengalahkan Kebaikan yang tidak terorganisir..” Maka kita perlu Waspada Ucap Kyai Khambali.reli