MEDAN | HALOMEDAN.CODalam merayakan HUT Perak yang ke-25 Tahun, KB DIY Sumut menggelar beberapa macam pagelaran serta atraksi budaya jawa, Senin (17/8/2020) di Medan.
“KB DIY Sumut kini memasuki usia perak. Setidaknya 25 tahun sudah kami membawa budaya asli Jogja ke Sumut, khususnya Medan. Semoga di usia perak ini seluruh warga jawa dapat membaur bersatu dan saling menghormati satu sama lain, ” ujar Ketua KB DIY Sumut Maryono.
Maryono mengatakan, di acara ini ada beberapa budaya jawa ikut ditampilkan,seperti SEKATENAN. Membuat gunungan buah dan Tumpeng yg di angkat oleh masing masing 4 orang dengan di kawal oleh Senopati dengan langkah yang gagah berani sekilas mau menuju perang.Ketika tumpeng dan gunungan di arak terdengar suara Gending Golo ganjur yg membuat gerakan langkah para anak anak Jogja ( pemikul ) kompak dan penuh semangat.
Membuat para hadirin spontan berdiri seakan beener bener ada di kota Jogja.Setelah sampai di tempat.Ternyata gunungan buah tersebut di serbu bpk ibu anak anak yg hadir shg menambah suasana ramai.
Di tengah tengah tertib acara di suguhkan tarian sakral berupa pujian kepada Tuhan sang pencipta alam semesta oleh seniman kondang di Medan mas J. Suwarsono dari Bina Budaya Sumut.
Banyak penonton yang merasa trenyuh terbawa oleh suasana kidung ( lagu Jawa yg di nyanyikan ).
Acara ini turut dihadiri lintas paguyuban jawa seperti Sedulur SELAWASE, Pujakesuma, Banyumas Gel, JokotingkirPendawa, Pendowo, Jawa bersatu, Jawa Deli, Kembang Lampir dan lainnya.Sedangkan dari komunitas antara lainOnthel, Sepeda sehat, Art mi, Forza, dll. Red