Komunitas Zero Waste Nusantara Gelar Zwap, Bertukar Barang Kurangi Jejak Karbon

Administrator - Senin, 20 Juli 2020 06:47 WIB

MEDAN, Halomedan.co

Komunitas yang aktif mengkampanyekan soal lingkungan terutama gaya hidup minim sampah, Komunitas Zero Waste Nusantara (ZWN) melakukan kegiatan Zwap atau Zero Waste Swap.

Kegiatan ini merupakan wadah bertukar barang antar anggota untuk mengurangi perilaku konsumtif dan merusak lingkungan.

Founder Zero Waste Nusantara, Jeanny Primasari mengatakan bahwa Zwap merupakan kegiatan bertukar barang antar anggota ZWN dengan persyaratan tertentu.

“Kalau di grup whatsapp ini, kegiatannya utamanya ada ngobrol santai sehari-hari sesuai dengan koridor isu lingkungan. Satu di antaranya ada Zwap (Zero Waste Swap) setiap hari minggu pagi, di mana anggota grup bisa saling tukar barang/jual beli barang bekas, untuk mengurangi kebutuhan beli barang baru dan pada akhirnya mengurangi jejak karbon. Juga ada berbagai kampanye dan penggalangan dana,” katanya, Minggu (19/7/2020).

Ia mengatakan beberapa persyaratan untuk mengikuti Zwap yakni barang yang ingin ditukarkan merupakan barang bekas yang layak pakai. Barang diunggah melalui grup whatsapp dan kesepakatan dilakukan antar pribadi penawar dan yang mengadopsi barang.

“Daripada beli baru dan harus menambah jejak karbon. Kita menginspirasi teman-teman untuk mengurangi jejak karbon dengan cara bekerjasama,” katanya. Selain itu, penawaran barang dan pengadopsian juga hanya bisa dilakukan di Kota yang sama. “Karena kita lihat masih banyak sekali yang memproduksi sampah tanpa peduli akan dikemanakan sampah tersebut,” ujarnya.

Jeanny mengatakan bahwa sejak 2018, komunitas Zero Waste Nusantara memiliki grup whatsapp dengan nama TaMpah. Nama TaMpah, terangnya merupakan singkatan dari Pantang Nyampah. Meskipun begitu bahasannya tak hanya berkutat mengenai sampah.

“Seperti namanya, Pantang Nyampah, fokus dari grup ini adalah seputar isu sampah dan lingkungan. Bagaimana kita bisa meminimalkan produksi sampah dalam keseharian kita, serta isu-isu lingkungan lain yang sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar masalah sampah,” katanya.

Sejauh ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Zero Waste Nusantara melalui grup whatsappnya yakni pembahasan mengenai gaya hidup minim sampah dengan tema yang beragam hingga penggalangan dana.

Hingga kini, anggota grup whatsapp TaMpah yang dimiliki Zero Waste Nusantara telah menjadi wadah bagi banyak kalangan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Kurang lebih anggota di grup saat inu sudah mencapai 280 an,” ujar Jeanny.

Ia juga mengatakan bahwa seluruh materi serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan di grup whatsapp tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh anggota yang tergabung di dalamnya. Para peserta juga bisa menerapkan seluruh materi sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.

“Tergantung dari masing-masing anggota saja, mana yang mau mereka praktikkan sesuai dengan keadaan yang mereka masing-masing,” kata dia.(red)—-

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Zakiyuddin Harahap Sambut Hangat Tamu Halalbihalal, Pererat Silaturahmi di Kota Medan

Berita

Sosok Edy Suranta Sitepu, dari Reserse hingga Brigjen Pol: Ini Profil, Karier, dan Prestasinya

Berita

Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri Rayakan Idul Fitri dengan Suasana Hangat Kebersamaan Keluarga

Berita

Makkah, Arab Saudi — Suasana Khidmat Idul Fitri di Masjid Agung

Berita

Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Gelar Halalbihalal Bersama Warga Aceh Tamiang

Berita

Lebaran di New York, Sandiaga Salahuddin Uno Dampingi Anak yang Segera Melahirkan