MEDAN, Halomedan.co
Pandemi Covid-19 berimbas besar terhadap ekonomi nasional, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dimana permintaan turun dan bisnis sulit dijalankan. Untuk itu, bersama Bright Gas, Pertamina bangkitkan UMKM dari Pandemi.
PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) I, menghadirkan Program Kemitraan (PK) Pinky Movement. Program tersebut untuk mendukung UMKM bangkit dari tekanan ekonomi akibat pandemi.
General Manager Pertamina MOR I, Gema Iriandus Pahalawan, secara simbolis menyerahkan bantuan permodalan bagi UMKM, total Rp2.375.000.000, Senin (6/7). Turut hadir Kepala Bagian Administrasi dan Perekenomian Umum dari Biro Bina Perekonomian Setdaprovsu, Ruth Kristina, Ketua Hiswana Migas Sumut Razali Husein dan lainnya.
“PK Pinky Movement memberikan permodalan bergulir super ringan yang sangat dibutuhkan UMKM untuk bangkit kembali. Di samping itu, juga menjalankan pembinaan dan pengembangan usaha pelaku UMKM,” kata Gema Iriandus Pahalawan.
Gema mengatakan, PK Pinky Movement juga mendorong UMKM untuk menggunakan elpiji non subsidi melalui program konversi elpiji 3 kg ke Bright Gas. Program konversi dilakukan karena UMKM yang handal tidak bergantung pada barang-barang bersubsidi.
Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR I, Roby Hervindo menyatakan, “program ini mendapat sambutan antusias dari pelaku UMKM. “Hingga kini, 22 pelaku UMKM dari Provinsi Sumut, Sumbar, Aceh dan Riau telah bergabung dalam PK Pinky Movement,” katanya.
Dana permodalan sebesar Rp2.375.000.000,- disalurkan kepada pelaku UMKM. Digulirkan kepada enam pelaku UMKM di Sumut senilai Rp470 juta dan tiga UMKM di Sumbar sebesar Rp430 juta. Kemudian enam UMKM di Aceh mendapatkan dana permodalan Rp1,1 miliar dan tujuh UMKM di Riau menerima Rp375 juta. (C04)—–