Muhammad Amin Korban Hilang di Muara Krueng Meureubo Ditemukan di Nagan

Administrator - Selasa, 19 Mei 2020 10:16 WIB

MEULABOH, Halomedan.co

Muhammad Amin (24), warga Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang hilang terseret arus saat sampan yang tumpanginya bersama Hendri terbalik di kawasan muara Krueng Meureubo, kawasan Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Sabtu (16/5/2020) petang lalu, akhirnya berhasil ditemukan di Pantai Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya pada Senin (18/5/2020) siang.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak lagi bernyawa yang berada di bibir pantai dengan jarak 9 mil laut dari lokasi tenggelamnya korban.

Jasad korban hilang itu pun langsung dilakukan evakuasi dan diserahkan kepada keluarganya hari itu juga di Desa Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Sebelumnya korban hilang di muara Krueng Meureubo pada Sabtu (16/5/2020) sore, akibat diterjang angin kencang dan gelombang, sehingga menyebabkan sampan mereka ketika hendak pulang terbalik.

Bersamaan sampan terbalik, kedua penumpang langsung tercebur. Naas bagi Muhammad Amin, ia hilang diseret arus, sedangkan satu orang rekannya Hendri selamat dari musibah itu.

Koordinator Pos Search And Rescue (SAR) Meulaboh, Budi Darmawan kepada wartawan, Senin (18/5/2020), mengatakan, sekitar pukul 11.00 WIB, pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat bahwa korban telah ditemukan di daerah Suak Puntong.

Sehingga tim langsung bergerak ke lokasi dengan jarak kurang lebih sekitar 9 mil arah timur dari lokasi kejadian perkara. Dua tim yangbergerak ke lokasi penemuan jasad korban masing-masing adalah, satu tim menggunakan jalur laut dan satu tim menempuh jalur darat dengan menggunakan mobil.

“Sekitar pukul 12.15 WIB, tim darat tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi korban dengan posisi korban sudah di darat saat itu. Korban ditemukan oleh masyarakat yang kebetulan berada di tepi pantai saat itu,” jelasnya.

Disebutkan dia, dengan ditemukannya korban yang hilang itu, maka operasi pencarian langsung ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian tersebut dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Budi Darmawan merincikan, pihak yang ikut dalam pencarian itu masing-masing dari Pos SAR Meulaboh, personel BPBD, TNI, Polri, RAPI, PMI, dan masyarakat setempat, hingga keluarga keluarga korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu berawal pada Sabtu (16/5/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, Muhammad Amin dan Hendri menaiki sampan dari arah Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat menuju ke lokasi pencarian kerang dan korban tiba di lokasi pencarian kerang kawasan Desa Padang Seurahet sekira pukul 12.00 WIB siang.

Sekitar pukul 16.30 WIB, korban dan Hendri kembali menggayuh sampan untuk kembali ke Gampong Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo.

Lalu pada saat dalam perjalanan datang angin kencang dan gelombang, sehingga membuat sampan yang ditumpangi Muhammad Amin dan Hendri terbalik. Pada peristiwa tersebut, Hendri dapat menyelamatkan diri, sedangkan Muhammad Amin hilang di kawasan calok Krueng Meureubo, Desa Padang Seurahet.(red)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Belajar dari Sungai Shanghai: Mimpi yang Belum Selesai untuk Jakarta

Berita

KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif

Berita

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Bukti Aliran Dana, PK Kasus APD Sumut Masuki Babak Krusial

Berita

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

Berita

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

Berita

KJRI Shanghai dan Diplomasi Pengetahuan untuk Indonesia