Korban Hilang Terseret Arus Sungai di Krueng Woyla Aceh Barat Belum Ditemukan

Administrator - Kamis, 14 Mei 2020 09:26 WIB

MEULABOH, Halomedan.co – Hingga memasuki hari keempat upaya pencarian korban hilang terseret arus sungai saat sampan yang mereka tumpangi terbalik bernama, Hariadi (36) warga Desa Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat hingga, Rabu (13/5/2020) belum bisa ditemukan.

Hilangnya korban tersebut diduga karena terseret arus sungai saat sampan yang mereka tumpangi terbalik di Krueng Woyla pada, Minggu (10/5/2020).

Koordinator Pos Search And Rescue (SAR) Meulaboh, Budi Darwan kepada wartawan, Rabu (13/5/2020) mengatakan, hingga menjelang berbuka puasa korban belum berhasil ditemukan. Sementara upaya masimal terus dilakukan sesuai dengan ketentuan.

“Debit air sudah surut, penyisiran sepanjang sungai hingga ke muara sudah dilakukan, namun korban belum bisa ditemukan,” jelasnya Budi Darmawan.

Tim yang bergerak melakukan penyisiran dengan menggunakan 2 unit rubber boat dari Pos SAR Meulaboh dan 1 unit boat masyarakat.

Pencarian tersebut tersebut selain dari SAR, juga BPBD, Basarnas, TNI, Polri, RAPI, Tagana, Keluarga korban dan masyarakat Seuradeuk.

Sebelumnya, tragedi terbaliknya sampan pada Minggu (10/5/2020) pagi, menyisakan kisah dramatis, dimana pasangan suami istri Sanusi (50) dan Marlinda (40) selamat dalam musibah itu dengan berenang ke tepian untuk menyelamatkan diri. Namun tragisnya, Hariadi yang tenggelam tersebut hingga hari ke empat belum berhasil ditemukan.

Sementara penyisiran pencaharian korban yang hilang tersebut dilakuku sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla dari Seuradeuk, Kecamatan Woyla Timur hingga ke Suak Seumaseh, Kecamatan Arongan Lambalek.

Sementara Camat Woyla Timur, War Johan menyebutkan, dalam suasana banjir memnag sulit ditemukan, karena di samping sulitnya dilakukan penyelaman karena air sungai keruh.

Di sisi lain menurut War Johan, ada warga yang sebelumnya yang hilang terseret arus hingga saat ini belum belum bisa ditemukan.

Kemungkinan saat pertama tenggelam korban bisa jadi masih berada di bawah dasar hingga tertimbun material pasir.

“Ada warga kita sebelumnya yang juga tidak ditemukan hingga saat ini, namun korban yang tenggelam Minggu kemarin kita harapkan bisa ditemukan,” kata War Johan.(red)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda dari Paham IRET

Berita

Bank Sumut Wujudkan Impian Masyarakat Miliki Rumah melalui Akad Massal KPR Sejahtera FLPP

Berita

Demo JIPI Guncang Kantor MBG Sumut, Soroti Dugaan Pelanggaran Sanitasi dan Pengelolaan Limbah

Berita

Keramahan Bukan Penyerahan Kedaulatan

Berita

Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil

Berita

Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media