MEDAN, halomedan.co – Dampak mewabahnya corona virus disease (covid-19), mengakibatkan peziarah sedikit mendatangi tempat pemakaman umum (TPU) menjelang bulan suci Ramadhan, sehingga terlihat sepi, Minggu (18/4).
Seperti di TPU Jalah Halat Medan, tampak sepi dari para peziarah, hanya ada beberapa pedagang yang menjajakan dagangan bunga di depan pintu masuk TPU.
Namun, ada juga warga yang datang berziarah ke makam saudaranya di TPU Jalan Halat. “Saya mau ziarah, setelah berdoa dalam setiap kesempat usai sholat. Saya dan keluarga tidak takut dengan corona, saya takut sama Allah SWT,” ujar Jaya (47) warga Jalan Medan Area Selatan, Medan.
Menurutnya dirinya dan keluarga tidak takut dengan adanya wabah covid-19, namun sebagai mahluk ciptaan Allah yang diberi akal pikiran, tetap mengantisipasi dengan selalu menggunakan masker dan bercuci tangan sesering mungkin agar membiasakan pola hidup sehat dan bersih.
“Ini kan memang sudah menjadi tradisi keluarga sebelum Ramadan, karena banyak keluarga saya yang dimakamkan di sini. Tujuannya hanya menyambangi di mana keluarga yang sudah mendahului dimakamkan. Tidak ada berdoa, karena doa itu disampaikan saat usai sholat lima waktu” sebutnya.
Hal yang sama juga terlihat sepi di Tanah Wakaf Perkuburan Umum Mandailing, Jalan Brigjen Katamso Medan, tampak sepi dari para peziarah, hanya ada seorang pedagang yang menjajakan dagangannya di depan pintu masuk TPU.
ujar Siti (57) warga Jalan Brigjen Katamso, Medan saat ditemui usai ziarah dan menanyakan tentang dampak Covid-19 dan adanya himbauan MUI.
“Saya tidak takut loh, ngapain harus takut. Makanya saya heran kenapa pada takut kayak tidak punya Tuhan. Ini saja saya sedang sakit, saya tetap ziarah, karena di sini (TPU) banyak makam keluarga saya, anak, suami, orang tua dan adik saya yang baru meninggal dikebumikan di sini (TPU Mandailing),” ungkapnya.
Sementara pedagang bunga yang selama ini menjelang Puasa Ramadhan menjajakan dagangannya untuk kebutuhan penziarah, terimbas sepinya penziarah yang datang akibat Covid-19 ini. Seperti yang diutarakan seorang Pedagang bunga, Ani, yang sudah lama menjajakan dagangannya di depan TPU Mandailing, Medan.
“Saya jualan bunga di sini sejak kecil. Biasanya ramai yang jualan bunga berjejer di sebelah saya. Sekarang mereka pada takut. Pengunjung juga biasanya sampai antri berdesak-desakan, sekarang jalanan lempang kosong, tidak ada yang mau beli bunga untuk ziarah,” tuturnya.
Dia mengaku sangat sedih karena banyak masyarakat yang takut terhadap virus corona, sehingga tidak ada peziarah yang datang ke TPU Mandailing membeli bunganya. “semuanya takut mati kena corona, tidak mau ziarah. Hari ini saya baru laku jualan 3 bungkus bunga saja,” ucapnya.
Dikatakannya, setiap bungkus bunga dihargai Rp5.000, sehingga penghasilannya tidak mencukupi untuk dibawa pulang.(R02)