Medan , Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution, ‘dipaksa menepi’ sejenak dari aktivitas khususnya setelah sibuk dalam rangka penanggulangan virus Corona atau Covid-19 di Kota Medan.
Pasalnya, pasca meninggalnya Asisten Pemerintahan Pemko Medan, Musaddad Nasution, di RS H Adam Malik Medan, Akhyar Nasution disarankan menjalani isolasi mandiri. Sontak, kondisi itu mengundang simpati warga Medan.
Salah satunya, Iwan (40), warga Darat, Medan Baru. Dia berharap, Akhyar Nasution bisa segera pulih dan tidak terpapar virus Corona.
“Semoga pak Plt Walikota segera pulih dan negatif virus Corona. Saya harap beliau bisa segera pulih. Gak kebayang gimana nanti kalau pejabat seperti pak Akhyar dan tenaga medis harus isolasi mandiri. Termasuk aparat keamanan. Moga-moga jangan sampailah,” ujar Ismail, Senin (30/3).
Dia mengapresiasi langkah yang dilakukan Akhyar selama pandemi Covid-19 yang menjadi momok dunia saat ini.
“Saya sebagai warga Medan mengapreasiasi kinerja pak Akhyar dan jajarannya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dia juga mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar wabah Covid-19 segera berakhir.
“Mari sama-sama berdoa, semoga pemimpin-pemimpin kita diberi petunjuk yang benar untuk menangani kejadian ini. Jangan sampai semakin banyak korban berjatuhan. Saya juga berharap kondisi bisa semakin membaik,” ujarnya.
“Saya berharap Pak Akhyar Nasution dan jajarannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Selama kepemimpinan sebagai orang nomor satu di Kota Medan, dia menilai Akhyar harus mengukir sejarah yang baik.
“Inilah waktu yang tepat bagi para pemimpin mengukir sejarah di masa jabatannya. Sejarah yang selalu diingat masyarakat dengan membuat kebijakan yang bisa menyelamatkan nyawa dan perekonomian wilayah yang dipimpinnya,” pintanya.
Untuk diketahui, Akhyar Nasution melakukan isolasi mandiri sejak Jumat (27/3/2020). Dari situ, Akhyar selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatannya dengan tes Covid-19 di RSUD dr Pirngadi Medan, Kamis (26/3/2020). Dia disarankan untuk beristirahat dan lakukan isolasi mandiri. Dia juga mengaku sebelumnya sempat kontak dengan Mursaddad.
Kendati demikian, Akhyar tetap memonitor pelaksanaan penanggulangan Covid-19. Salah satunya. mempersiapkan 10.000 ton beras untuk bantuan sosial dan perpanjangan massa Program Belajar dari rumah untuk siswa SD dan SMP.
Sementara itu, Andre Yusnar (37), warga Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, juga berharap, Akhyar bisa segera pulih. Dia berharap, kendati saat ini berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Akhyar negatif Covid-19. Dia juga mengapresiasi langkah isolasi mandiri yang dilakukan Akhyar.
“Satu sisi saya bersyukur pak Akhyar lakukan isolasi mandiri. Di sisi lain tentunya saya nggak berharap beliau kena Covid-19. Saya berdoa beliau segera pulih,” harapnya.
Karyawan swasta itu memuji langkah Akhyar dalam melakukan upaya pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan turun langsung membagikan masker.
“Salut juga saya. Selama jadi Plt ini, ada sejumlah kebijakannya yang patut diacungi jempol. Imbauan belajar dari rumah. Kemarin juga bagi-bagi masker langsung dekat Lapangan Merdeka. Akhirnya harus minggir sejenak karena isolasi mandiri,” ucapnya. (red)