Wabah Kasus Positif Virus Corona di Indonesia Tembus 790 Orang

Administrator - Kamis, 26 Maret 2020 10:06 WIB

Jakarta, Jumlah orang yang terjangkit virus Corona di Tanah Air terus bertambah. Juru bicara penanganan kasus virus corona Dr Achmad Yurianto mengatakan bahwa dari Selasa (24/3) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (25/3) dilaporkan adanya 105 penambahan kasus.

Sehingga total keseluruhan kasus COVID-19 di Indonesia sejauh ini adalah 790 orang. Dalam kesempatan tersebut, Yuri sempat mengkoreksi data kasus, yang semula kemarin dilaporkan ada 686 orang, namun ternyata setelah dilakukan verifikasi ada 685. Hal ini terjadi karena ada nama pasien yang tercatat di dua Rumah Sakit.

Yuri menekankan bahwa penambahan kasus tersebut bukanlah berasal dari pemeriksaan cepat atau Rapid Test, namun dari pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Rection).

PCR sendiri adalah suatu metode pemeriksaan yang menggunakan sampel DNA dari cairan di kerongkongan. Sedangkan rapid test merupakan metode untuk mengetahui antibodi menggunakan immunoglobulin di dalam darah.

“Sejak tanggal 24 maret jam 12.00 WIB sampai dengan hari ini (25/3) jam 12.00 WIB. Ada penambahan kasus positif. Kasus ini adalah kasus yang kita dapatkan dari pemeriksaan PCR, bukan rapid test sebanyak 105 kasus,” ujar Yuri dalam telekonferensi di Gedung BNBP, Jakarta, Rabu (25/3).

Adapun jumlah pasien yang sembuh adalah satu orang. Hingga laporan ini diturunkan ada sebanyak 31 orang yang sudah sembuh. Sementara itu, korban jiwa pun masih berjatuhan akibat virus ini. Dilaporkan ada tiga pasien yang meninggal dunia, total angka kematian per hari ini pun menjadi 58 orang.

Sementara itu, Gugus Tugas mencatat Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah penyumbang terbanyak penambahan pasien positif terjangkit Covid-19 sebanyak 39 orang, posisi kedua jumlah pasien tambahan positif COVID-19 di wilayah Jawa Tengah sebanyak 19 orang, serta Jawa Barat 13 orang.

Yurianto Kembali Tekankan Pentingnya Physical Distancing

Dalam kesempatan kali ini, Yuri juga menekankan pentingnya physical distancing atau menjaga jarak aman antara satu dengan yang lainnya. Lanjutnya self isolating bagi yang sedang sakit juga penting. Menurutnya, kedua hal itulah merupakan senjata utama yang bisa digunakan untuk menekan angka penyebaran virus tersebut di masyarakat.

Menurutnya, cara-cara seperti physical distancing tersebut berhasil dijalankan di beberapa negara tanpa harus melakukan lockdown, contohnya adalah Vietnam.

“Salah satu contohnya adalah di Vietnam. Di Vietnam adalah mengedepankan bagaimana physical distancing. Menjaga diri, menjaga jarak, dan kemudian self isolation, ini menjadi kekuatan besar yang dilaksanakan oleh masyarakat yang bisa menghentikan penularan,” jelasnya.red

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

KORSA Apresiasi Majelis Hakim PN Semarang, Putusan Bebas Babay Faridz Wajdi Dinilai Tegakkan Keadilan Substantif

Berita

Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Bukti Aliran Dana, PK Kasus APD Sumut Masuki Babak Krusial

Berita

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

Berita

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

Berita

KJRI Shanghai dan Diplomasi Pengetahuan untuk Indonesia

Berita

Pembukaan Muswil VII KAHMI Sumut, Abdullah Puteh : KAHMI Harus Tampil Sebagai Kekuatan Moral