Positif Corona Meninggal, Warga Jangan Panik

Administrator - Rabu, 18 Maret 2020 15:58 WIB

MEDAN , Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta agar warga Sumut tetap tidak panik, pascadiketahuinya seorang warga asal Sumatera Utara positif corona dan telah meninggal dunia, Selasa (17/3) malam.

“Hasil dia sudah dikirim ke Jakarta. Sehingga yang tahu Jakarta. Kalau sudah diumumkan positif corona, ya saya minta warga tetap jangan panik,” kata Edy Rahmayadi saat diwawancara wartawan usai salat Ashar di Masjid Agung Medan, Rabu (18/3).

Edy juga mengimbau agar warga tetap waspada. Tidak melakukan kontak badan dengan bersalaman.

Kemudian mengatur jarak, mengingat kita tidak mengetahui siapa yang terjangkit. “Kemudian kalau merasa flu, pilex, sesak napas, gunakan masker dan laporkan ke tenaga medis kesehatan,” ucapnya.

Kemudian bagi yang beragama Islam, jangan lupa tetap salat dan gunakan alas. Baik itu dengan sapu tangan maupun sajadah kecil. Begitu juga dengan umat agama lainnya. Doa itu yang paling penting. “Sosialisasikan ke masyarakat. Kita punya tempat evakuasi perawatan utama. Bagi rakyat yang merasa ada yang tidak benar pada dirinya dalam hal kesehatan, anda bisa ke sana. Ke Rumah Sakit dr GL Tobing yang ada di Tanjung Morawa,” ucapnya.

Kalau di situ terlalu jauh, maka bisa ke RS Sari Mutiara di Jalan Kapten Muslim Medan. “Laporkan kesehatan anda di sana, nanti ada yang menangani. Tidak ada rumah sakit yang menolak pengecekan. Kalau ada rumah sakit yang menolak, maka wartawan yang mengecap rumah sakit tersebut. Masak rumah sakit menolak. Ini kan darurat,” ujarnya.

Kata Gubernur, berdasarkan UU Kesehatan, RS yang menolak ini bisa dikenakan pidana 1 tahun. Saat ditanya mengenai status pasien PDP lainnya yang ada di RS H Adam Malik Medan, Edy mengatakan belum mengetahuinya. “Baru satu yang positif. Itupun saya tahunya dari kalian (wartawan,” ujar Edy Rahmayadi sambil meninggalkan wartawan.

Pernah ke Yerussalem dan Italia

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit menyebutkan PDP 01 yang meninggal dunia saat dilakukan isolasi di RSUP H Adam Malik sebelumnya pernah mempunyai riwayat berpergian ke luar negeri. Dia pergi bersama rombongan.

“Saya belum begitu persis tahu. Sepengetahuan saya, mereka pulang dari Yerusalem lalu singgah ke Italia,” jelas Alwi, Rabu (18/3/2020).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut lanjut Alwi tengah melakukan penyelesuran terhadap siapa-siapa orang yang pernah kontak dengan PDP yang meninggal, Selasa malam.

“Pasien meninggal sekitar pukul 20.45 WIB dan sudah dibawa pulang kepada keluarganya. Ada satu kelompok dan sedang kita coba telusuri,” ungkap Alwi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sudah berkordinasi dengan RSUPH Adam Malik, Medan. Alwi mengatakan timnya sudah turun untuk mencari informasi lengkap.

“Itu akan kita telusuri juga (tempat kerja pasien). Saat ini belum tahu persis, dan tim saya sedang bekerja,” tutur Alwi.

Disinggung kapan pasien masuk ke rumah sakit, Alwi mengungkapkan belum memiliki data yang detail diterimanya. “Saya tidak ingat persis kapan waktunya, tapi sekitar akhir minggu lalu,” kata Alwi. (W03/red)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Sukses Amankan Mudik Lebaran, Kyai Khambali Apresiasi Kinerja Kapolda Sumatera Utara dan Perlu Antisipasi Gerakan Radikal Pa

Berita

Donasi Tanpa Kas Masjid, Haji Teuku Soelaiman Rasakan Ketenangan Batin

Berita

LIPPSU Salurkan 300 Paket Sembako untuk Kaum Duafa di Medan dan Aceh Tamiang

Berita

Duka Simanguntong dan Kegagalan Tata Kelola PETI di Mandailing Natal

Berita

Jelang Idulfitri 1447 H, Prabowo Terima Kunjungan Megawati di Istana Merdeka

Berita

Di Penghujung Ramadan, Dua Sahabat Jurnalis Kenang 25 Tahun Kebersamaan dan Komitmen Profesionalisme