HUT TAKO ke 57, Ziarah ke Makam Suhu Syarun Isa, Potong Nasi Tumpeng dan Doa 

Administrator - Minggu, 23 Februari 2020 20:00 WIB

Medan , halomedan.co

Siang tadi, Minggu (23/2), kami menghadiri HUT ke-57 Perguruan Karate-Do (TAKO Indonesia) (1963-2020). Acaranya digelar di rumah Alm Suhu Syahrun Isa secara sederhana dan guyub, serta dihadiri para Dewan Guru TAKO dan murid TAKO lintas generasi.

Perguruan Karate-Do TAKO Indonesia, sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu Perguruan Karate-Do yang bernaung dibawah Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (FORKI). Perguruan ini didirikan oleh Alm. Drs. Syahrun Isa, pada 24 Januari 1963 di Kota Tebing Tinggi.

Modal pokok berdirinya perguruan ini adalah teknik bertahan dan menyerang dengan tangan kosong ajaran Tuan Ondo Takugawa yang dikemudian hari baru diketahui sebagai Seni Karate dari kelompok Jiu Jitsu Karate (Crooked Karate).

Tapi teknik ilmu bela diri tangan kosong ini juga ada unsur sedikit pencak silatnya. TAKO adalah ilmu bela diri asli lahir dari Sumatera Utara.  Alm Syahrun Isa-Pendiri TAKO lebih dikenal sebagai SUHU di dunia persilatan di Sumut.

Sepak terjang SUHU mirip Ip Man-master Ilmu Bela Diri Wing-Chun, menjadi guru para petarung jalanan di era 70-an di Sumut. Tokoh tokoh preman saat itu segan dan hormat dengan SUHU. Selain karena ilmu bela dirinya yang mumpuni, Suhu juga mengayomi para petarung jalanan.

Banyak para muridnya sudah malang melintang di dunia politik, bisnis, dan kekuasaan, baik tingkat nasional maupun lokal Sumatera Utara. Suhu adalah legenda bagi para pendekar ilmu bela diri tangan kosong di Sumut.

Sementara itu Nya Alm Suhu Hj Ratna Lubis, “mengajak agar semua murid Tako untuk bersatu dan sama-sama besarkan Tako,” katanya.

Sebelumnya Reza Mutiara, menyampaikan agar semua murid Tako untuk bisa sama-sama melakukan latihan bersama-sama dan keliling ke Dojo-dojo. Dalam waktu dekat para Guru Tako akan melakukan latihan bersama, kata Reza.

Hadir dalam acara tersebut semua Pengcab Tako. Juga hadir para Guru TAKO diantaranya, Guru Reza Mutiara, Daya Munse, Sampe Siahaan, Sintaro Purba, Rahmat Aidin (Abi), Suhantak Paulus (Atak), Rupina Aruan, Fredy Tobing dan Sofyan Rizal.

Kalau ilmu bela diri Wing-Chun punya Ip Man, maka TAKO punya Suhu sebagai legenda abadinya. Met HUT TAKO ke-57 Tahun, Hosshhh. (red)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Sukses Amankan Mudik Lebaran, Kyai Khambali Apresiasi Kinerja Kapolda Sumatera Utara dan Perlu Antisipasi Gerakan Radikal Pa

Berita

Donasi Tanpa Kas Masjid, Haji Teuku Soelaiman Rasakan Ketenangan Batin

Berita

LIPPSU Salurkan 300 Paket Sembako untuk Kaum Duafa di Medan dan Aceh Tamiang

Berita

Duka Simanguntong dan Kegagalan Tata Kelola PETI di Mandailing Natal

Berita

Jelang Idulfitri 1447 H, Prabowo Terima Kunjungan Megawati di Istana Merdeka

Berita

Di Penghujung Ramadan, Dua Sahabat Jurnalis Kenang 25 Tahun Kebersamaan dan Komitmen Profesionalisme