Kosgoro Sumut: Ijeck Bisa Bawa Partai Golkar Lebih Mandiri, Sinergi Dengan Keinginan DPP Golkar

Administrator - Sabtu, 22 Februari 2020 09:11 WIB

Medan I halomedan.co

Ketua Kosgoro Sumut, Riza Fakhrumi Tahir menilai bila H. Musa Rajekshah (Ijeck) bisa terpilih dan menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut diajang Musda Partai Golkar ke-X 23-25 Februari 2020 nanti, bisa dipastikan Partai Golkar Sumut kedepannya akan lebih bermartabat. Hal itu dikatakan Riza Fakhrumi Tahir kepada SUMUT24 Group,  Sabtu (22/2/2020).

Lebih lanjut dikatakan mantan Sekretaris DPD Golkar Sumut yang sudah banyak tau tentang sepak terjang ‘orang-orang Golkar ini’, bila Ijeck yang terpilih nanti dan mempimpin Golkar Sumut, diyakni Ijeck orangnya lebih bisa mandiri dan punya koneksi yang luas.

Dikatakan Riza Fakhrumi Tahir, Pertama sinesitas antara pusat dan daerah nantinya bisa berkesinambungan.

Kedua yang paling terpenting, bahwa Ijeck ini lebih mandiri. “Dengan Ijeck sebagai Ketua Golkar nanti, jadi tak ada lagi kabupaten/kota yang akan diminta-minta uang nya saat buat kegiatan atau satu acara. Selama ini kan kita kasihan dengan pengurus DPD Golkar kabupaten/kota yang asal mau buat kegiatan terpaksa minta-minta bantuan dengan bupati atau wali kotanya. Bila nanti Ijeck memimpin Partai Golkar Sumut, semua bisa diselesaikan Ijeck, karena Ijeck lebih mandiri dan punya banyak relasi,” ujar Riza Fakhrumi.

Sementara itu, ujar Riza, bila kader Golkar lain yang terpilih nanti di Musda atau bukannya Ijeck yang pimpin DPD Golkar Sumut, “diyakini orang tersebut akan buat masalah. Bahkan punya banyak kepentingan, sehingga akan merugikan kader-kader Golkar di Sumut kedepannya,” tegas Riza Fakhrumi.

Sebenarnya, ujar mantan Sekretaris Golkar Sumut ini, dirinya sangat menyesalkan kebijakan atau statmen liar yang dilontarkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Dolly Kurnia Tanjung menjelang pelaksaan Musda Golkar.

Sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut, bahkan Ahmad Dolly Kurnia Tanjung salah satu unsur Pengurus DPP Polkar, “Dolly Kurnia harus lebih fair, harus netral. Tak boleh dia berpihak pada satu orang. Jadi kalau Dolly Kurnia mengakomodasi Ridho Lubis silhahkan saja. Tapi Dolly juga harus mengakomodasi atau harus membuka pintu kepada Musa Rajeckshah (Ijeck). Jangan dia membuka pintu pada Ridho Lubis saja, tapi malam mentutup pintu pada Ijeck untuk masuk sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumut,” tegas Riza.

Lebih jauh dikatakan Riza Fakhrumi Tahir, bahwa Dolly Kurnia Tanjung saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum, DPP Golkar. “Dolly harusnya lebih arif, dia harus mengayomi semua orang. Dolly harus beri kesempatan kepada semua orang, Dolly harus tunjukkan dirinya sebagai tokoh nasional, jangan dia berpihak pada satu orang. Sayangnya, hari ini, Dolly sudah berpihak kepada satu orang saja,” tegas Riza.

“Doly itu masih Plt Golkar Sumut, dia gunakan kekuasaannya untuk mendukung seseorang dan dia menutup pintu pada orang lain. Jadi kebijakan Dolly itu tak etis bukan tak sah. Dolly tak bijak sebagai pimpinan Golkar,” ujar Riza.

Informasi yang berkembang menjelang Musda Golkar ini memang untuk mendapatkan salah satu calon dengan alasan salah satu anggaran rumah tangga Golkar. Hingga tersiar bahwa Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto harus mengeluarkan diskreksi (keputusan, tindakan, kewenangannya, red), agar Ijeck bisa ikut bursa calon Ketua DPD Golkar Sumut pada musda nanti.

“Ya, sedang diambil diskreksi, sedang diproses, jadi ada kawan kita yang sedang menunggu di Jakarta,” ujarnya.

Riza Fakhrumi Tahir mengatakan pada ajang Musda Golkar nanti, yang memiliki hak suara dalam musda Golkar Sumut yakni, 39 suara diantaranya DPD Kabupaten/kota 33 suara, kemudian ormas pendiri dan didirikan setara organisasi sayap 3 suara, DPP 1 suara, Dewan Pertimbangan (Wantim) 1 suara, DPD Golkar demisioner 1 suara.

Adapun 3 Organisasi Pendiri, yakni Kosgoro, Soksi, MKGR (1 suara), Organisasi yang didirikan Aksi, Pengajian Alhidayah, Himpunan Wanita Karya dan Sekar Ulama (1 suara).

Adapun langkah-langkah strategis yang dilakukan Riza yang disebut-sebut salah satu Ketua Tim Pemenangan Musa Rajekshah (Ijeck) pada Musda Golkar ini, yakni, “sampai saat ini kita sudah komunikasikan dengan kabupaten/kota, ormas-ormas saja yang sampai hari ini sudah menyatakan dukungan pada Ijeck ada 3 ormas, dan ini akan bertemu dengn Pak Ijek, bersama ormas lain yang ikut mendukung Ijekc,” ujarnya.

Sedangkan kalkulasi politik sampai hari ini yang ril ada 13 dukungan untuk Ijekc, ditambah 8 pendukung lain yang masih menunggu diskresi.

Soal keyakinan peluang Ijeck untuk menang dan memimpin Golkar Sumut dalam Musda ini, “saya bukan yakin lagi, tapi Haqqul, Isyaallah bahwa Ijekc akan terpilih dalam Musda nanti. Tanda-tanda itu sudah ada dan jelas,” ujar Riza.

Riza Fakhrumi Tahir mengatakan, meskipun ada beberapa calon yang muncul dan maju pada Musda Golkar Sumut nanti, seperti Syahrul, Terbit Rencana, dan calon dari beberapa kabupaten/kota, itu bukan menjadi persoalan dan hambatan untuk memuluskan jakan Ijeck terpih di Musda.

Pertama begitu banyaknya begitu banyak calon Ketua Umum Golkar yang sudah bermunculan itu semakin bagus, itu artinya Partai Golkar Sumut tak kekurangan figur pemimpin.

Kedua, semakin banyak calon yang muncul, proses musda ini kan bisa lebih demokratis. “Partai Golkar tidak mau menghilangkan image selama ini, bahwa partai Golkar adalah partai yang paling demokratis di Indonesia. Dan itu tetap kami pertahankan.

“Jangan tutupi calon-calon yang ada, sehingga pelaksanaan Musda Golkar ini berlangsung secara terprogram, fair dan demokratis,” ujar Reza.

Jadi yang terpenting, ini bukan persoalan syarat atau tidak sebagai calon Ketua Partai Golkar. Ini kebutuhan. Kenapa Kosgoro mendukung Ijeck, dan bukan Kosgoro saja. Kawan-kawan lain juga memberikan dukungan kepada Ijeck, bahkan beberapa kabupaten/kota yang memberikan dukungan kepada Ijeck.

“Ini bukan soal pribadi, kalau soal Ijekc saja sudah selesai. Tapi hari ini dan semua ini, untuk kepentingan Golkar kedepannya. Jadi analisa kebutuhan Golkar pada Ijeck sangat besar,” tegas Riza Fakhrumi Tahir. (R03)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Sukses Amankan Mudik Lebaran, Kyai Khambali Apresiasi Kinerja Kapolda Sumatera Utara dan Perlu Antisipasi Gerakan Radikal Pa

Berita

Donasi Tanpa Kas Masjid, Haji Teuku Soelaiman Rasakan Ketenangan Batin

Berita

LIPPSU Salurkan 300 Paket Sembako untuk Kaum Duafa di Medan dan Aceh Tamiang

Berita

Duka Simanguntong dan Kegagalan Tata Kelola PETI di Mandailing Natal

Berita

Jelang Idulfitri 1447 H, Prabowo Terima Kunjungan Megawati di Istana Merdeka

Berita

Di Penghujung Ramadan, Dua Sahabat Jurnalis Kenang 25 Tahun Kebersamaan dan Komitmen Profesionalisme