Rianto Ahgly : Parpol Harus Terbuka Umumkan Balon Sejak Dini

Administrator - Minggu, 16 Februari 2020 14:48 WIB

Medan , Rianto Ahgly, sebagai media pertama kita ikut menganalisa dari beberapa nama atau calon yang muncul. Seperti apa yang sudah dilakukan calon wali kota tersebut, masyarakat Medan juga butuh mengetahui sosok atau calon yang akan maju di pilkada.

Pelaku/Penggiat Media, sekaligus Sekretaris SPS Cabang Sumatera Utara yang juga CEO Harian SUMUT24 Rianto Ahgly SH menjadi salah satu pembicara pada acara ‘Kita Bicara’ pada acara Dialog Interaktif yang mambahas,”Bagaimana Partai di Pilkada Walikota Medan 2020″ disiarkan secara langsung Radio Lite FM 92,8, Sabtu (15/2/2020).

Turut hadir sekaligus pembicara, Ketua DPC Partai Gerindra Medan, Bobby Zulkarnain dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Medan Robby Barus.

Saya berharap ada rekomendasi terbuka dari partai politik tentang siapa calon yang diusungnya di Pilkada Medan nanti. Sehingga media bisa menganalisanya. Misalnya, Partai Gerinda sudah mengusung tiga nama. Makanya partai Gerinda harus sebut nama-nama ketiga calon yang diusungnya bisa disampaikan ke media dan media bisa mempublikasikannya agar masyarakat mengetahuinya.

Karena itukan putusan partai memang dilakukan dari usulan atau keputusan pimpinan tertingi satu partai politik. Tapi begitupun pimpinan parpol di Medan lah juga diminta tanggapan atau penilainnya. Karena yang paling mengetahui kondisi atau peta politik itu di Medan bukan pimpinan parpol di pusat. Kalau tidak dilakukan prosesnya, repot juga sebenarnya. Karena masyarakat berharap, mengetahui dengan pasti siapa calon pimpinannya.

Ini calon kita, ini yang akan kita usung dan menangkan. Sehingga nanti pada hari ‘H’ nya masyarakat tak asing dengan calonnya.

Karena politik itu berkembang dinamis. Tiba-tiba besok bisa berubah dari A jadi C. Tapi harapan kita seperti itulah.

Kalau PDI Perjuangan saya lihat tak pernah lari dari kadernya. Saya mengamati di media selama ini, sedetik apapun PDI P itu akan tetap mengusung kadernya.

Sementara itu Saya melihat pada Partai Gerindra hari ini mendapatkan kursi yang empuk untuk untuk mencalonkan kadernya maju di Pilkada Medan. Kenapa tak dibimbing dan dibina denga baik. Karena momennya tak hanya sampai hari ini, tapi jauh ke depan pada proses pileg dan pilpres nanti pada 2025.

Seharusnya jauh berpikir kedepan, soal kepentingan daerah, kita sudah melihat bobot dan bibit para kadernya, bukan kader kacang-kacangan yang mereka calonkan, bukan kaleng-kalengan.

Mereka sudah punya kalkulasi politik tentunya. Itulah harapan publik semestinya.

Sayangnya Partai Politik di Medan tak punya kepentingan untuk memutuskan calon yang akan maju di Pilkada. Semua kembali pada keputusan DPP di parpol masing-masing.

Media tentu tak ikut arus yang ada di parpol. Media punya peran lain bila parpol memutuskan siapa calon yang diputuskan di DPP. Misalnya di calonkan Gerindra i A, si B, si C. Media tentunya bisa menganalisnya, ini sosok calon yang bisa diterima publik. Calon ini punya pengalaman, calon ini yang pas dan layak dicalonkan parpol.

“Saya melihat kevakuman saat ini di masing-masing parpol menjelang pelaksanaan pilkada Medan 2020. Hari ini, saya sudah melakukan proses wawancara dengan berbagai calon, tapi Saya justru tak melihat geliat sesama calon tersebut melakukan sosialisasi ke masyarakat,” ujarnya. red

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Sukses Amankan Mudik Lebaran, Kyai Khambali Apresiasi Kinerja Kapolda Sumatera Utara dan Perlu Antisipasi Gerakan Radikal Pa

Berita

Donasi Tanpa Kas Masjid, Haji Teuku Soelaiman Rasakan Ketenangan Batin

Berita

LIPPSU Salurkan 300 Paket Sembako untuk Kaum Duafa di Medan dan Aceh Tamiang

Berita

Duka Simanguntong dan Kegagalan Tata Kelola PETI di Mandailing Natal

Berita

Jelang Idulfitri 1447 H, Prabowo Terima Kunjungan Megawati di Istana Merdeka

Berita

Di Penghujung Ramadan, Dua Sahabat Jurnalis Kenang 25 Tahun Kebersamaan dan Komitmen Profesionalisme