Tiga Tahun tak Digaji, TKI Asal Sumut Butuh Perhatian Pemerintah

Administrator - Minggu, 25 Agustus 2019 03:57 WIB

Penang, halomedan.co

Untung tak dapat diraih Malang tak Dapat Ditolak. Peribahasa itu lebih tepat menggambarkan situasi memprihatinkan dialami Meimeris Tumanggor (37) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) wanita kelahiran Tumba Jae, Tapteng dengan alamat paspor di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Betapa tidak, tiga tahun bekerja di Satu sekolah di Bukit Martajam, Penang tanpa diberi gaji dan ketika jatuh sakit dibuang majikannya di halaman depan Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang. Namun karena tak punya Pasport dan takut ditahan serta dipulangkan, Meimeris Tumanggor tak berani masuk KJRI, dan cuma berani di halaman KJRI tapi untunglah dia ditemukan anggota NGO Perkumpulan Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai) dan kemudian membawanya ke hospital Kerajaan Malaysia di Bukit Martajam Penang.

Nuraisyah dari Perkumpulan Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai) kepada bu Puteri, pengusaha wanita asal Penang Malaysia yang memiliki jaringan bisnis di Medan kepada Wartawan Analisa melalui Whatapp (WA), Sabtu (24/8) menjelaskan, Permai yang menaruh perhatian kepada Memeris Tumanggor sempat berupaya menghimpun dana agar bisa memulangkan Meimeris m ke Medan, tapi dokter yg merawatnya tidak mengizinkan Meimeris dibawa karena selain penyakitnya butuh perawatan ekstra juga dikhawatirkan cukup berbahaya karena TB bisa menular. Selain itudana terhimpun juga belum cukup untuk membayar perobatan Meimeris yang menderita TB Paru sehingga terpaksa harus terus di RS tersebut padahal biaya perobatannya sudah membengkak terus sekarang mencapai RM 20.000.

Oleh karena itu pula perkumpulan Permai melalui ibu Puteri WN Malaysia yang sempat bertemu bapak gubernur beberapa waktu lalu di kantor Gubsu dan di Pantai Cermin bersama rombongan kontraktor Malaysia bebera waktu lalau, mengharapkan bantuan Gubsu agar TKW Malang itu bisa dipulangkan dan dirawat di daerahnya.

Bu Nuraisyah menceritakan Meimeris Tumanggor di Malaysia sejak tiga tahun yang lalu bekerja dengan seorang WN Malaysia keturunan India namun tidak pernah diberi gaji selama tiga tahun bekerja sampai Meimeris jatuh sakit. Anehnya bukan malah diobati tapi dibuang ke KJRI. Gaji dijanjikan WN Keturunan India itu baru diberikan bila Maimeris pulang ke Indonesia, saat dibuang ke KJRI maineris cuma diberi uang RM 1300.

Nuraisyah juga menjelaskan Tumanggor bekerja di Malaysia atas jasa agen yg hingga saat ini menahan pasport dan surat surat penting milik Meimeris Tumanggor lainnya.

Mengingat kondisi Maimeris Tumanggor yang memprihatinkan itu, bu Nuraisyah mengharapkan bantuan Gubernur Edy Rahmayadi untuk bisa memberikan bantuan dan membawa pulang kembali Memeris ke Sumut. “ Kami khawatir bila tak diobati serius Penyakit Memeris bisa makin parah dan mengancam jiwanya”, tolong kami pak gubernur kata Nuraisyah lirih berpesan melalui bu Puteri dengan harapan pesannya bisa dibaca pak gubernur agar bisa membantu segera. (Relis)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media

Berita

Tuntutan Terhadap Kadri Amin Dinilai Tidak Masuk Akal Banyak, Ini Kata Kuasa Hukum

Berita

Sudahkah Indonesia Memasuki Titik Kulminasi?

Berita

Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara

Berita

Pengurus JMSI DKI Jakarta Resmi Dilantik, Teguh Santosa Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Pers Berkualitas

Berita

Anto Genk Luruskan Makna "Londo Ireng" Presiden Prabowo dalam Rakercab JMSI Tabagsel 2026