Tanjungbalai | Halomedan.co
Pemkot Tanjungbalai terus menggenjot pembangunan dalam proses percepatan pertumbuhan ekonomi. Dengan potensi kekayaan alam yang dimiliki sekarang, daerah yang dikenal sebagai julukan Kota Kerang ini kini menjadi primadona para investor baik lokal maupun asing dalam menginvestasikan modalnya di kota tersebut.
Walikota Tanjungbalai, HM Syahrial SH H.M mengatakan beberapa pembangunan yang dikerjakan sejak 2018, terbilang 90 persen berjalan aman dan sukses. Salah satunya pembangunan jembatan Sungai Silau III, dimana jembatan ini menghubungkan Kecamatan Sungai Tualang Raso dan Datuk Bandar. Dan ini jadi akses utama menuju Pelabuhan Teluk Nibung.
“Ini merupakan Jalan Lingkar Utara yang saya tuntaskan pengerjaannya. Ini juga visi-misi saya untuk jadi walikota kemarin. Meski dalam perjalannya sempat terjadi masalah, namun pembangunannya alhamdulillah selesai juga,” kata Syahrial yang menjadi salah satu walikota termuda se-Indonesia.
Ditambahkannya, Pelabuhan Tanjungbalai kini jadi buruan para investor. Pasalnya pelabuhan itu jadi pintu utama bagi wisatawan Malaysia yang masuk ke Indonesia khususnya Tanjungbalai.
“PT Pelindo telah melakukan MoU dengan Pusda Aneka Kualo Tanjungbalai terkait bagi hasil tiket. Dan menyusul untuk kerjasama perhotelan, dan tambat kapal,” tuturnya.
Dia mengaku sedikitnya 185 orang wisatawan Malaysia perhari melakukan perjalanan lewat pelabuhan ini. Ada dua kapal laut yang beroperasi untuk mengangkut penumpang disini.
“Jika di hari besar, jumlah wisatawan yang datang mau hingga 500 orang per hari. Perjalanan Malaysia-Tanjungbalai sekitar 4 jam. Memang saya belum bisa menghitung berapa PAD yang dihasilkan dari sini dalam setahun. Tapi sedikitnya pendapatan bagi hasil tiket perbulan sekitar Rp60 juta,” terangnya.
Ditambahkannya, PT DAMRI dibawah naungan Menhub juga telah menyediakan dua unit mobil angkutan. Mobil ini disiapkan untuk mengangkut wisatawan dari pelabuhan Tanjungbalai yang ingin pergi ke Danau Toba.
“Artinya Tanjungbalai ikut andil dalam mensukseskan program pemerintah jokowi dalam mempromosikan pariwisata Danau toba,” tetangnya.
Malaysia lewat PT Asia Group juga melakukan kerjasama dalam pengolahan TPA, dimana tanah bekas hasil sampah tadi akan dijadikan pupuk.
Terakhir pihaknya melakukan kerja sama dengan Pemkab Asahan dalam pengolahan limbah pasir. Dimana Tanjungbalai memiliki sumber potensi pasir yang tak ada habisnya, bahkan pasir tersebut kini membentuk pulau-pulau kecil.
“Hasil pasir dari Tanjungbalai sudah banyak yang dilirik investor asing. Pasir-pasir itu katanya untuk bangunan reklamasi. Kalau kerjasama ini dilakukan mungkin Pemkot tak susah lagi mendapatkan PAD Tanjungbalai. Saya tidak bisa bicara banyak soal ini. Kita lihat saja nanti keputusan pemerintah pusat melalui Dinsos, Menhub, dan BPBD. Dan ini lagi kita kaji bersama peneliti dari USU,” tutup Syahrial. (W07)