Jelang Pilgub, Rianto Ahgly: Pemberitaan Media Jangan Hoax

Administrator - Minggu, 10 September 2017 15:12 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2017/09/genk.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u108920005/domains/halomedan.com/public_html/amp/detail.php on line 166

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u108920005/domains/halomedan.com/public_html/amp/detail.php on line 167

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u108920005/domains/halomedan.com/public_html/amp/detail.php on line 168

Halomedan | Radio Lite FM dipandu penyiar kawakan, Pieter meyiarkan langsung dialog Menuju Pilgubsu Sumut 2018 pada Sabtu (9/9) pukul 09.00 WIB. Tiga pembicara dihadirkan yakni, Owner sekaligus Pimpinan Umum/Pimred Harian SUMUT24 Rianto Ahgly SH, Sekretaris Partai NasDem Sumut Iskandar ST dan Wakil Ketua DPW PAN Sumut Aripay Tambunan.

Pada dialog tersebut, masing-masing pembicara sepakat semua medukung pelaksanaan Pilgubsu dan Pilkadasu 2018 yang akan digelar di 8 Kabupaten/kota di Sumut. Dan diharapkan peran Partai politk lebih terbuka kepada masyarakat, sertra Media harus memberitakan secara real (nyata) dan tidak hoax.

Dalam diaolog kali ini, secara garis besar peran media sangat diperlukan untuk penyampain kepada masyarakat. Sebab Pilgub 2018 nanti pasti akan dinanti masyarakat.

“Kepentingan media didalam Pilkada dan Pilgubsu harus menjunjung tinggi sikap propesional. Dan media juga berperan menyebarluaskan kepada masyarakat agar masyarakat bisa melihat mana partai yang menjadi pilihan. Maka dari itu, media harus memberitakan secara Real, dan tidak Hoax,” tegas Rianto Ahgly.

 

Sedangkan menurut Aripay, untuk Pilgubsu dan Pilkada 2018 ini, masyarakat adalah hakim, karena masyarakat bisa melihat apa yang sudah dilakukan partai politik, dan masyarakat bisa menilai.

“Kalau kita berbicara soal Partai yang bermain di depan panggung dan bermain dibelakang panggung. Masyarakat bisa melihat dan menilai, apa saja yang sudah dilakukan partai tersebut,” ujar Aripay.

Lanjut lagi, Aripay menginginkan agar media membuat berita yang sebenarnya sebab media adalah hakim, karena itu dari pemberitaan media tersebut menjadi tolak ukur, apakah media tersebut bisa dipercaya atau tidak. Dan perlu diketahui bahwa partai PAN, untuk mengusung kandidat nanti, harus mengedepankan keinginan rakyat.

“Media itu adalah hakim, jadi media itu harus memberitakan yang sebenarnya, karena dari pemberitaan media tersebut, menjadi tolak ukur, apakah media tersebut bisa dipercaya atau tidak. Dan perlu diketahui bahwa partai PAN, untuk mengusung kandidat nanti, harus mengedepankan keinginan rakyat,” ujar Aripay.

Ketika ditanyakan tentang keterbukaan Partai Nasdem, Iskandar mengatakan bahwa Partai Nasdem sejauh ini sangat terbuka.

“Secara internal partai Nasdem sangat terbuka dari Visi dan Misi, dan Nasdem juga tidak mempergunakan ‘Mahar’ sebab nantinya partai Nasdem tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan Nasdem sudah konsisten jika ada kader Nasdem yang melakukan Mahar, maka akan dipecat. Maka dari itu tujuan Nasdem adalah mensejahterahkan Rakyat,” ujar Iskandar.

Dalam Pilkada yang dilakukan serentak di 8 Kabupaten di Sumut dimana proses tersebut dilakukan secara Demokrasi. Sebab dari media massa san Online sudah sering memberitakan dan merilis nama Bacalon berlatarbelakang Pimpinan Parpol, Pengusaha, Birokrasi, Militer, Kepolisian dan awak Media. Dan sekarang ini baru 4 partai yang secara resmi sudah mengumumkan calon yang akan diusung dan dicalonkan yakni partai Golkar, PKB, PKPI dan Demokrat. (C03)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Asta Cita Hijau: Membangun Indonesia Emas Tanpa Merusak Bumi

Berita

Terima Pendataan BPS, Rico Waas Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Berita

Tiba di Asrama Haji, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Sambut Hangat Kepulangan Jemaah Haji Kloter 14 Asal Kota Medan

Berita

Puluhan Massa Geruduk Kejatisu Minta Periksa HD dan AD Atas Dugaan Korupsi di PUTR Simalungun

Berita

Waket Komisi XIII Nilai Komnas HAM Keliru Sebut Program MBG Langgar HAM

Berita

Polemik Imum Chiek Abu Indrapuri Kian Membesar, Ketidakhadiran Bupati dalam Klarifikasi Ombudsman Jadi Sorotan