Polisi Gagalkan Penyeludupan 39 Kg Ganja Asal Aceh

Administrator - Rabu, 03 Juli 2019 09:47 WIB

Medan- halomedan.co

Dengan modus mengangkut tumpukan kardus bekas dalam bak muatan mobil jenis pick-up yang dikendarai, dua warga asal Aceh diamankan personel Sat Res Narkoba Polrestabes Medan karena membawa 39 Kg narkoba jenis Ganja.

Informasi diperoleh wartawan di mapolrestabes Medan, Rabu (3/7) menyebutkan, kedua tersangka kurir yang diamankan itu diantaranya berinisial SH (39) warga asal Jalan Kontiner Desa Badak Kec. Blang Pagayo Kab. Blangkejeren dan supirnya, KH (26) warga asal Desa Simpur Jaya Kel. Simpur Jaya Kec.Ketambe.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafhael Priambodo mengungkapkan, penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan pihak kepolisian berdasarkan hasil penyelidikan dan tindaklanjut atas informasi yang diperoleh petugas pada, Minggu (30/6) lalu.

“Dimana informasi itu menyebutkan bahwa ada proses pengangkutan ganja dari Aceh menuju Medan menggunakan Mobil jenis Pick-Up oleh dua orang pria,” jelas Kombes Dadang, Rabu (3/7) sore.

Berdasarkan informasi tersebut lanjut Dadang, penyelidikan yang dilakukan petugas berhasil melacak keberadaan kedua tersangka kurir yang menginap di salah satu hotel kelas melati di kawasan Medan Tuntungan.

Tak memakan waktu lama kedua tersangka pun akhirnya berhasil diamankan petugas berikut barang bukti berupa 39 Kg narkotika jenis ganja yang diangkut menggunakan mobil jenis Pick-up Grand Max platnomor BK 9961 EN bermuatan kardus bekas untuk menyamarkan.

“Kedua tersangka ini mengaku bahwa ganja tersebut dibawa dari Blangkejeren Aceh untuk dipasarkan di Kota Medam dan sekitarnya. Dalam prosesnya kedua tersangka ini menunggu orang yang nantinya akan menjemput barang tersebut ke hotel tempat mereka menginap,” jelasnya.

Sementara itu saat ditanya wartawan, salah seorang tersangka berisinial SH mengaku nekat membawa ganja tersebut karena membutuhkan uang ntuk biaya masuk kuliah anaknya.

“Satu kilogramnya kami dapat 250 ribu, jadi kalo dikali 39 kg adalah kira-kira hampir 10 juta. Aku terpaksa karena perlu uang biaya anakku masuk kuliah,” ujar tersangka mengkui perbuatannya.

Atas kasus tersebut kedua tersangka terancam dijerat Pasal 112,114 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal selama 20 tahun kurungang penjara.(Res)

Editor : Erlangga

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Kajati Sumut Dituding Ogah Jumpa Wartawan, Audensi dan Minta Informasi Forwaka Sumut Ditolak

Berita

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

Berita

KJRI Shanghai dan Diplomasi Pengetahuan untuk Indonesia

Berita

Pembukaan Muswil VII KAHMI Sumut, Abdullah Puteh : KAHMI Harus Tampil Sebagai Kekuatan Moral

Berita

MAVI Sumut Harap Dukungan DPRD untuk Sukseskan Kejurda Voli U-14

Berita

Komunitas Salihara Arts Center bersama Grup Tari Asal Taiwan Hadirkan Islands sebagai Dialog Tubuh dan Identitas