Erry Ke PDI P Lebih Pas

Administrator - Minggu, 13 Agustus 2017 14:53 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.halomedan.com/uploads/images/2017/08/Gubsu-Megawati-Kantor-PDIP-Sumut.3.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u108920005/domains/halomedan.com/public_html/amp/detail.php on line 166

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u108920005/domains/halomedan.com/public_html/amp/detail.php on line 167

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u108920005/domains/halomedan.com/public_html/amp/detail.php on line 168

MEDAN | SUMUT24Pilgubsu 2018 sudah didepan mata, berkaitan itu pula bermunculan berbagai prediksi pasangan-pasangan balon Gubsu dan Balon Wagubsu. Seperti tersiar kabar petahana Erry Nuradi-Nurhajizah akan berpasangan, tak berapa lama muncul lagi prediksi Erry realistis bisa berpasangan dengan kader ‘Putra Kandung’ PDI Perjuangan Sumut, seperti Soetarto atau Junimart Girsang. Hal itu dikatakan Pengamat Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Minggu (13/8).

Lebih lanjut ditakannya, tapi itulah namanya politik. Seperti halnya Erry Nuradi bila disandingkan dengan Soetarto atau Junimart Girsang, sebagai sebuah kompromi yang sangat menarik.

Nilai keincumbenan ada pada Erry dan kekuatan partai di PDI Perjuangan ada pada dua kader terbaiknya yakni Soetarto dan Junimart.

“Dengan itu tak mungkin NasDem yang selama ini diposisikan tak memberi tempat bagi Erry menjadi selesai, karena komando tertingginya pasti berfikir lain di Jakarta,” ujar Shohibul Anshor.

Menurutnya, Erry Nurady Soetarto atau Junimart untuk saat ini jauh lebih realistis ketimbang pasangan cahubsu-cawagubsu lainnya. Tetapi sekali lagi konsolidasi di seberang sana menghasilkan ‘pernikahan’ Erry sama kader PDI P.

Dan akan muncullah kekuatan pendorong yang sekaligus merajut silaturrahim pada Golkar, Gerindra, PKS, PAN dan lain-lainnya. Kini kita tinggal menghitung Partai Demokrat (PD) akan kemana? Lalu seseorang yang akan muncul dari jalur perseorangan. Jika ingin memenangkan satu dari dua kubu terbesar, maka penentunya bisa Partai Demokrat.

Pewarnaan politik dari rivalitas ini sedikit banyaknya akan meniru kejadian Jakarta. Ini menarik dianalisis. Tetapi pada tingkat atas, skenario ini kelak akan berakhir pada metamorphosis baru ketika akan menghadapi pilpres 2019.

Karena itu, Gerindra, PKS, PAN dan partai lain yang seirama dengannya akan meminta komitmen jangan dukung Jokowi pada pilpres ketika akan mengusung satu nama untuk Sumut dan semua daerah yang lain. “Begitupun kita ikutilah perkembangan perpolitik tersebut, karena detik-perdetik akan berubah sesuai selera toke,” ujar Shohibul. (W03)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Sumut

Agung S Pratama Minta Polres Pelabuhan Belawan Usut Kasus Penggelapan Mobil Miliknya

Sumut

Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo

Sumut

H. Ikrom Helmi Nasution: Dirgahayu RI ke-81, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Sumut

MTQ Yayasan Haji Anif ke 7 resmi dibuka oleh Musa Rajekshah

Sumut

Anggota PJ91 Lakukan Aksi Plogging, Jumhur Hidayat: Bagian dari Tobat Ekologi

Sumut

BAYI NORWEGIA LAHIR MEMBAWA TABUNGAN, BAYI INDONESIA MENYAMBUT UTANG?