LANGKAT I SUMUT24
Promosi Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR) Berkualitas oleh Dinas BKKBN Sumut dan DPR RI disambut positif kaum ibu di Desa Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, belum lama ini.
Dalam penjelasannya, Perwakilan BKKBN Sumut, Zulkufly Y, S.Sos mengingatkan, bahwa Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah yang sudah dicanangkan sejak tahun 1970 an untuk mengendalikan angka kelahiran sesuai kesehatan reproduksi (KR) dari si ibu. Sekaligus mencegah tingginya angka kematian anak dan ibu.
“Terlebih di tengah perekonomian yang sulit saat ini. Pembatasan kelahiran memungkinkan ibu memenuhi pemberian ASI ekslusif hingga usia anak 3 tahun dan mengamati 1.000 hari pertama kehidupan anak atau disebut dengan golden age,” jelas Sofyan Rangkuti.
Terpenuhinya gizi pada anak juga akan mencegah terjadinya gizi buruk atau stunting. Pembatasan kelahiran juga memberi ruang bagi
keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjamin pendidikan anak sehingga meningkatkan kualitas keluarga di tengah-tengah masyarakat.
Untuk pengendalian kelahiran ini, pemerintah melalui BKKBN telah menyiapkan lima alat KB, dari suntik, pil, IUD, implan dan kondom. Pada kesempatan itu, BKKBN juga mensosialisasikan usia ideal bagi wanita untuk melahirkan dan masa pubertas anak. Diharapkan dapat membantu orangtua untuk menjalankan fungsinya.
“Usia pernikahan yang ideal untuk wanita itu 21 tahun dan pria 25 tahun. Anak perempuan akan mengalami fase purbertas di usia 11-12 tahun dan 16-17 tahun untuk pria,” tuturnya.
Kaum ibu juga mendapat pengetahuan bagaimana menjaga kesehatan reproduksinya. Yaitu dengan memperhatikan kebersihan pakaian dalam, arah siraman air setelah buang air dan jarak waktu kelahiran yang tidak terlalu dekat.
Sosialisasi ini turut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu dan unsur Muspika Kecamatan Besitang. (R03/rel)