Dirut RSUD Deliserdang dr Hanif Minta Masyarakat Patuhi Prokes

Administrator - Senin, 10 Mei 2021 06:46 WIB

Medan, Halomedan.coPihak RSUD Deliserdang terus memberikan pelayanan terbaik. Dan tetap diminta masyarakat waspada pandemi covid 19 ini.

Dan saat ini ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUD Deliserdang penuh. Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri mengimbau warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Benar saat ini ruang isolasi perawatan Covid-19 sudah penuh bahkan sudah over kapasitas. Pasien Covid-19 kita saat ini berjumlah 93 orang, sementara kapasitas kita hanya 80 orang,” kata dr Hanif pada media kemarin.

Dijelaskan, sesuai aturan Depkes untuk RSUD Deliserdang dari jumlah bed yang ada 40 % untuk perawatan Covid-19. Di RSUD Deliserdang ada sebanyak 203-204 bed, jika mengikuti aturan itu 40 % maka hanya 80 bed yang disediakan untuk perawatan Covid-19.

Walau sudah penuh, bila ada pasien Covid-19, pihaknya dari RSUD Deliserdang tidak serta merta menolaknya. Melainkan merekomendasikan ke rumah sakit rujukan lainnya.

“Persoalan ini lah kami sedang rapat bersama Gubernur. Kesimpulannya akan dibuat jejaring antar rumah sakit jika ada pasien Covid-19 bila ruang isolasi sudah penuh. Jadi kita rekomendasi, tidak main tolak gitu saja, atau menyarikan ruangan di tempat lain,” terang Hanif.

Bila terjadi ledakan (pasien Covid-19), pihaknya dari RSUD Deliserdang terpaksa membuat ruangan cadangan. Namun ada catatan dengan membuat surat pernyataan bahwa fasilitasnya tidak dapat maksimal.

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes. Kemudian kordinasi dengan Puskesmas setempat. Supaya dapat penanganan yang cepat jika terindikasi suspek.

Ditambahkan, pihaknya di RSUD Deliserdang sudah membuat terobosan poliklinik Covid-19. Poliklinik ini nantinya dimanfaatkan pasien Covid-19 yang isolasi mandiri dengan tetap melakukan prokes.

“Itulah salah satu terobosan kita buat. Misalnya warga Desa Sekip, ia isolasi mandiri di rumah. Tiba-tiba dia batuk atau sesak, saya harus gimana. Ada poliklinik kita yang melayani di RSUD Deliserdang di samping UGD. Silahkan memanfaatkannya,” tutur dokter spesialis kejiawaan itu.

Lebih lanjut dijelaskan, RSUD Pancurbatu juga sudah disiapkan untuk penanganan Covid-19. Jadi misalnya dari RSUD Deliserdang sudah penuh dan kondisi pasien berat atau sedang, maka akan diarahkan ke RSUD Pancurbatu untuk dirawat. RSUD Pancurbatu kapasitasnya 20 bad sementara RSUD Deliserdang 80 bad.(*)

PenulisSaat ini ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUD Deliserdang penuh. Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri mengimbau warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Benar saat ini ruang isolasi perawatan Covid-19 sudah penuh bahkan sudah over kapasitas. Pasien Covid-19 kita saat ini berjumlah 93 orang, sementara kapasitas kita hanya 80 orang,” kata dr Hanif kepada harianSIB.com di Lubukpakam, Rabu (5/5/2021).

Dijelaskan, sesuai aturan Depkes untuk RSUD Deliserdang dari jumlah bed yang ada 40 % untuk perawatan Covid-19. Di RSUD Deliserdang ada sebanyak 203-204 bed, jika mengikuti aturan itu 40 % maka hanya 80 bed yang disediakan untuk perawatan Covid-19.

Walau sudah penuh, bila ada pasien Covid-19, pihaknya dari RSUD Deliserdang tidak serta merta menolaknya. Melainkan merekomendasikan ke rumah sakit rujukan lainnya.

“Persoalan ini lah kami sedang rapat bersama Gubernur. Kesimpulannya akan dibuat jejaring antar rumah sakit jika ada pasien Covid-19 bila ruang isolasi sudah penuh. Jadi kita rekomendasi, tidak main tolak gitu saja, atau menyarikan ruangan di tempat lain,” terang Hanif.

Bila terjadi ledakan (pasien Covid-19), pihaknya dari RSUD Deliserdang terpaksa membuat ruangan cadangan. Namun ada catatan dengan membuat surat pernyataan bahwa fasilitasnya tidak dapat maksimal.

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes. Kemudian kordinasi dengan Puskesmas setempat. Supaya dapat penanganan yang cepat jika terindikasi suspek.rel

Ditambahkan, pihaknya di RSUD Deliserdang sudah membuat terobosan poliklinik Covid-19. Poliklinik ini nantinya dimanfaatkan pasien Covid-19 yang isolasi mandiri dengan tetap melakukan prokes.

“Itulah salah satu terobosan kita buat. Misalnya warga Desa Sekip, ia isolasi mandiri di rumah. Tiba-tiba dia batuk atau sesak, saya harus gimana. Ada poliklinik kita yang melayani di RSUD Deliserdang di samping UGD. Silahkan memanfaatkannya,” tutur dokter spesialis kejiawaan itu.

Lebih lanjut dijelaskan, RSUD Pancurbatu juga sudah disiapkan untuk penanganan Covid-19. Jadi misalnya dari RSUD Deliserdang sudah penuh dan kondisi pasien berat atau sedang, maka akan diarahkan ke RSUD Pancurbatu untuk dirawat. RSUD Pancurbatu kapasitasnya 20 bad sementara RSUD Deliserdang 80 bad.(rel)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Sumut

LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo

Sumut

Iklan PT Sari Indofood Corporation di Jl Sutomo Diduga Nunggak Pajak 3 Tahun, Bapenda Medan Diminta Tegas

Sumut

Keresahan di Pemko Medan Menguat, Dugaan Intervensi Oknum Pimpinan DPRD Sumut soal Proyek dan Jabatan Jadi Sorotan

Sumut

Apresiasi Peran Pelaut, Pelindo Belawan Luncurkan Layanan Transportasi Khusus Awak Kapal

Sumut

AMPERAKSU Desak Polda Sumut Telusuri Dugaan Gudang Rokok Ilegal, Minta Backing Dibongkar

Sumut

LTKP Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Pasien RSU Haji Medan Rp4,3 Miliar