NGE-GAS CARA WAGUBSU

Administrator - Kamis, 04 November 2021 09:14 WIB

HALOMEDAN_NGE-GAS CARA WAGUBSUKolom : Choking Susilo Sakeh

NAH, kan…Saat ini adalah tahun ke-empat pasangan ‘Eramas’ (Edy Rahmayadi/Musa Rajekshah) memimpin Sumatera Utara. Persisnya, empat tahun dua bulan. Tentunya, ini adalah tahun menentukan bagi Eramas jika ingin kembali memimpin Sumatera Utara dua priode, pada Pilgubsu tahun 2024 nanti. Mereka bisa maju tetap bersama-sama dalam duet ‘Eramas’, boleh pula berpisah dan maju masing-masing dengan pasangan barunya.

Andai Edi/Ijeck masih berminat maju tetap bersama dalam paket ‘Eramas’ — terlepas dari apa yang sudah mereka buat rakyat Sumatera Utara — maka salah satu tugas berat mereka adalah bagaimana pada sisa kurang dua tahhun masa tugasnya mereka berdua bisa tampil seiring-sejalan, tetap mesra dan harmonis. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat selama ini beredar ‘gunjingan’ bahwa Edi dan Ijeck sesungguhnya sudah ‘pekong’ alias pecah kongsi di dalam memimpin Provinsi Sumatera Utara.

Kalaupun Edi dan Ijeck mau berpisah dan maju masing-masing pada Pilgubsu 2014, itu juga sangat memungkinkan bagi keduanya. Terlepas dari apa yang sudah dibuatnya untuk Sumatera Utara, jabatan Edy sebagai Gubsu 2018-2023 adalah salah satu modal besarnya untuk kembali maju sebagai Cagubsu priode 2024-2029.

Sama pula halnya dengan Ijeck. Terlepas soal prestasinya sebagai Wagubsu 2018-2023, tapi jabatannya sebagai Wakil Gubernur Sumut dan kemudian menjadi Ketua DPD Golkar Sumut, akan memudahkannya untuk maju sebagai Cagubsu priode 2024-2029.

Apapun itu, apakah Edy dan Ijeck masih tetap maju bersama atau maju terpisah pada Pilgubsu 2024, maka tahun keempat dan kelima masa kepemimpinan mereka di Sumatera Utara adalah masa-masa penting untuk meraih simpati masyarakat Sumatera Utara. Sudah pasti, masyarakat Sumatera Utara bisa menilai, apa saja kerja mereka selama tiga tahun memimpin daerah ini; dan apa saja yang akan mereka kerjakan pada tahun keempat dan kelimanya.

Masyarakat Sumutpun sesungguhnya sudah bisa menilai, apakah keduanya hingga kini masih tetap rukun-damai-sentosa seiring-sejalan, ataukah memang sudah keasyikan jalan sendiri-sendiri alias pekong.

Membuka PekongAda yang aneh — dan tentunya mengejutkan — saat rapat rutin para pimpinan OPD Pemprov Sumatera Utara, Senin (1 Okt.2021) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan. Pada rapat yang dipimpin oleh Gubsu Edy Rahmayadi, Wagubsu Ijeck ‘nge-gas tajam’, meski tetap dengan intonasi suara yang lembut dan gestur yang santun. (Tribun Medan, Selasa, 2 November 2021).

Banyak pernyataan menusuk dilontarkan Ijeck. Misalnya, Ijeck meminta Gubernur Edy Rahmayadi untuk rutin melakukan penilaian terhadap kinerja masing-masing OPD Pemprov Sumut. Menurutnya, banyak pimpinan OPD yang belum mampu menerjemahkan program pembangunan sesuai dengan yang sering disampaikan oleh Gubernur Sumut.Padahal, pimpinan OPD yang menjabat saat ini merupakan hasil seleksi terbuka. Dan yang terbaik akhirnya dipilih oleh Gubernur Edy Rahmayadi.“Kalaulah seperti ini terus kita, kan semakin mubazir waktu. Sudah tiga tahun. Pembangunan, memang sudah ada progres pembangunan. Perubahan Sumut dari yang lalu sudah ada perubahan. Tapi belum signifikan sesuai harapan kita.”

Lalu, “Orang-orang yang ditempatkan, pimpinan OPD dan kepala biro di jajaran Pemprov Sumut, juga hasil seleksi dan pilihan gubernur saat ini yaitu pak Edy. Menurut saya pak, berulang kali ini saya sampaikan juga, ini harus ada tindakan tegas. Harus ada tindakan tegas, berdasarkan penilaian kinerja. Tidak berdasarkan hubungan emosional,” tambahnya.

Ijeck menilai, hingga kini belum ada program kongkrit yang bisa dikerjakan oleh seluruh OPD Pemprov Sumut secara terintegrasi. Seharusnya, Pemprov Sumut dalam pembangunan memiliki program jangka pendek, menengah dan panjang, agar arah pembangunan dapat dijalankan secara bersama-sama oleh seluruh OPD yang ada.

Salah satunya, Sumut ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON 2024 bersama Aceh. Namun, masih ada OPD yang tidak mengetahui perannya dalam menghadapi persiapan PON 2024. “Kita belum susun pak, program, seperti apa PON nanti. Kita hanya masih bercerita, kita tuan rumah PON, betul, dan sudah menerima bendera. Dan akan membangun venue-venue olahraga, betul. Tapi belum terinci pak, seperti apa kerja itu. Tadi masih ada dinas-dinas yang masih bingung apa tugas dia untuk mendukung itu,” ungkap Ijeck.

Menyangkut serapan anggaran yang selalu digaungkan, Ijeck menyebut belum memberi manfaat yang berarti bagi masyarakat, terutama yang terdampak akibat pandemi Covid.

“Serapan anggaran harus kita kejar. Tapi juga harus ada manfaat program. Manfaat ini pak, belum kita mengena. Banyak dinas-dinas ini jalan masing-masing, belum terintegrasi, terarah. Ke mana sebenarnya tujuan pembangunan prioritas.”

Secara khusus Ijeck nge-gasketidakhadiran Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadiskanla) Sumut, Mulyadi Simatupang, dalam rapat rutin tersebut, namun seakan tidak mendapat teguran.Diapun nge-gas Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut, Bahruddin Siregar, yang menolak menemaninya menerima audiensi utusan Kedubes Belanda pekan lalu. Padahal, utusan Kedubes Belanda itu berencana menjalin kerjasama dengan Pemprov Sumut di bidang Agrobisnis.

Adakah ‘kemarahan’ Wagubsu Ijeck ini atas ‘pesanan’ Gubsu Edy Rahmayadi? Saya jawab : Tidak!

Pada akhirnya, sepertinya pekong itu harus dipecahkan ke publik, setelah sekian lama coba dipendam. Gunjingan bahwa Ijeck selama ini ‘kurang diterge’ oleh para OPD, sepertinya sudah saatnya diketahui oleh publik bahwa itu adalah fakta. Gunjingan bahwa Gubsu selama ini kurang melibatkan Wagubsu, kecuali hanya pada hal-hal seremonial, sepertinya pun sudah saatnya diketahui publik bahwa itu adalah fakta.

Karenanya, bisa dipastikan bahwa di tahun keempat dan kelima kepemimpinan Eramas ini, Gubsu Edy dan Wagubsu Ijeck akan semakin berjalan sendiri-sendiri meraih simpati masyarakat Sumut dalam rangka meningkatkan elektabilitas, terutama untuk kepentingan Pilgubsu 2024 mendatang.

Itu artinya, kerja tiga tahun dengan hasil “pembangunan yang belum signifikan” dan “belum memberi manfaat yang berarti bagi masyarakat, terutama yang terdampak akibat pandemi Covid”, tidak bakalan berubah hingga berakhirnya lima tahun kepemimpinan Eramas di Sumatera Utara.Nah, kan….

——————–*Choking Susilo Sakeh; Jurnalis Senior, warga Sumut.Pimred Medanmerdeka.comKetua MPO AJI MedanKetua Dewan Penasehat JMSI SumutDewan Redaksi Sumut24 Group

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Profil

Malam Tahun Baru di Pengungsian, Bobby Nasution Dampingi Presiden Prabowo Beri Harapan untuk Warga Batuhula

Profil

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Profil

Bakopam Sumut Gelar Silaturrahmi Tahun Baru di Kediaman Anggota DPR RI Maruli Siahaan

Profil

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim di Awal Tahun 2026

Profil

Bakopam Sumut Bertahun Baru di Kediaman Tokoh Masyarakat RE Nainggolan

Profil

DPW Pendawa Sumut Salurkan Bantuan Sembako kepada Anggota Terdampak Banjir di Medan