Medan I HALOMEDAN.CO
Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Nasional IndonesiaTokoh Wanita Nasional mengatakan, sering dan selalau berbagi serta memberikan bantuan sebenarnya adalah cara saya karena menyalurkan hobi saya. Demikian disampaikan Hj Bunda Indah kepada Media Sumut24 Group, Senin (9/8).
“Kalau sudah bicara hobi, menjadi kesuakaan dan jadi maniak kan. Kalau orang bicara hobi pasti sukanya shooping belanja ke plaza. Uang tersebut bukan dibuat untuk kepentingan banyak orang. Kalau saya tidak, daripada saya belanja untuk shooping, untuk belanja untuk kemewah-mewahan. Uang itu justru lebih bermanfaat bila saya salurkan kepada orang yang membutuhkan,” ujar Hj Bunda Indah.
Lebih lnjut dikatakannya, “Saya sudah pernah merasa miskin, tak makan, tapi alangkah jadi kebahagian kalau hari ini, saya bisa hasil yang kita inginkan bila suatu itu berdampak atau jadi busuk, maka lebih baik uang tersebut kita sedekahkan dan kita bagi untuk yang membutuhkan.
Saya tak mengatakan bila orang harus ikut cara saya. Ya kalau sudah hobi, mau difitnah atau disebut apa, saya tak perduli. Yang penting bagi saya, terbuka mata saya. Saya hanya ingat Allah SWT dan Rasulullah SAW dan apa yang bisa kita lakukan bisa bermanfaat bagi orang lain. Sekalipun saya punya biji kurma itu salurkan yang setiap hari tak mau menunggu. Kalaupun saya tak punya uang hanya uang Rp100 ribu, saya pecahkan uang menjadi empat tersebut untuk berbagi. Maka sering dibilang orang, Hj Bunda Indah banyak uang. Sebenarnya tak banyak uang saya, dan itu tadi ada uang Rp100 ribu maka saya bagi empat,” ujar Hj Bunda Indah.
Masih sebut Hj Bunda Indah, saat dia menjejakkan kakinya di masyarakat yakni di seluruh Indonesia, maka persiapan yang dilakukan hanya ingin berbagi.
“Saya tetap ingin bertemu dengan masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan. Bila ada rezeki saya, saya berikan kepada yang sedang membutuhkan bantuan. Saya berpergian di jalan, naik bus mau ke Semarang, maka saya ingin selalu berbagi. Jadi didalam bus tersebut ada mie, ada minyak, ada beras, maka saya terus berbagi,” ujarnya.
“Jadi di jalan saya terus berbagi. Kalao orang seperti saya pasti dibilang tak akan mau naik bus. Tak bagi saya tak perduli. bila dibilang mobil saya bau atau yang lainnya, saya tak perduli bagi saya yang penting berbagi,” ujarnya.
“Malah hari ini, bila ada baju saya ada yang minta, maka saya kan berikan kepada orang. Jadi apapun yang ada di rumah saya, saya akan berikan. Maka untung saya tidak di-SP 3 kan olah saya suami saya, hanya karena ‘gila’ memberi. Jadi memberi itu sangat nikmat.” sebut Ketua Majelis Taklim Halimah Indonesia.
Jadi kalau saya tak memberi dan itu yang saya katakan pada pemerintah atau kepada siapa saja, bila Hj Bunda Indah tak memberi, maka saya sakit. Badannya pegal-pegal, ngak sehat. Kalau orang kena covid-19, kalau Hj Bunda Indah tak memberi kena covid, itu jadi terbalik.
Hj Bunda Indah yang juga Tokoh Wanita Nasional Indonesia ini sangat memberi apresiasi kepada CEO PT Aroma yang meberikan bantuan dan mau berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini luar biasa. Saya bangga kepada pengusaha yang tulus mau berbagi. Sebernarnya Hj Bunda Indah tak mau menerima sumbangan dan bantuan. Sifat Bunda Indah tak suka profosal, tak suka terima sumbangan. Saya takut akan jadi fitnah. Yang tak pernahpun saya mintapun kepada Pak Jokowi, malah dibilang pula dapat duit dari Pak Jokowi. Saya cinta pada pada negara, saya cinta kepada Pak Jokowi, bukan hanya karena kepentingan pribadi saya,” ujarnya.
“Hari ini ada pengusaha yang tulus mau berbagi, saya bangga. Tapi yang tulus bagaimana. Yang tulus yang bentuk bantuan tersebut sangat bermanfaat. Inilah suatu yang luar biasa dan saya terima. Dan siapa lagi yang mauberbagi bersama-sama Hj Bunda Indah, saya tunggu kerjasamanya. Tapi kita turun bersama-sama menyalurkan bantuanya,:” ujarnya.
Nah kalau mau mengenal Hj Bunda Indah jangan hanya di media, jangan hanya di televisi, di media koran. Ikuti langkahnya, itu baru tau siapa Hj Bunda Indah sebenarnya.
Hj Bunda Indah menyatakan bahwa tujuan dari pemberlakukan PPKM oleh pemerintah adalah seruan. Yakni, seruan ini supaya jangan sampai covid-19 ini menjadikan wabah yang ditakuti oleh manusia jadi menyebar kemana-mana. Tak ada sebernanya hak siapaun untuk menjaga kesehatan tersebut selain diri kita.
“Saya mohon kepada masyarakat Sumatera Utara khususnya dan umumnya Indonesia. Tolong ikuti kebijakan dari kebersamaan ini. Kalau kita mau selamat negara ini. PPKM tugasnya untuk diri kita sendiri, bukan untuk mengadu domba, bukan untuk mendemo pemerintah. PPKM adalah perubahan untuk diri kita sendiri.” ujar Hj Bunda Indah.
“Ini semua tujuannya baik. Ikuti pemberlakuan PPKM ini, kan dengan adanya PPKM ini, kita sering-sering cuci tangan, selalu bersih. Ikuti aturan ini dengan baik, terutama sesuai dengan anjuran pemerintah dan juga anjuran Hj Bunda Indah. Harus istiqomah, banyak berdoa dan sering bersedekah bila ada sisa uang maupun tak ada uang. Perubahan akhlak harus dijalankan terutama dan kita selalu tetap bersih,:” pungkas Ketua Majelis Taklim Halimah Indonesia. (rel)