Panggung Bobby dan Nahkoda Masa Depan

Administrator - Jumat, 11 Desember 2020 02:16 WIB

Medan, Homedan.co

Setelah melihat hasil lembaga survei yang bekerja secara ilmiah, sudah bisa diapstikan bahwa Bobby Nasution dan Aulia Rachman dengan nomor urut 2 memenangi Pilkada Kota Medan. Bahkan estimasi sementara suaranya di atas 60 persen. Pilkada Kota Medan merupakan panggung bagi Bobby Nasution yang mungkin bisa jadi representasi kaum millenial dalam memimimpin Kota Medan kedepan. Pasca pilkada Kota Medan, kita harus kembali membangun kebermsaaan kedepan. Kalah dan menang adalah biasa dalam pilkada. Kini pilkada Kota Medan telah selesai, mari kembali bersatu dan merajut asa untuk masa depan. Yang kalah tidak boleh larut dalam kesedihan, dan yang menang harus menghormati yang kalah serta merangkul semua komponen dengan satu kata, bersatu kembali untuk Medan yang lebih baik.

Saat nanti Bobby Nasution akan menjadi Walikota Medan tentu tugas berat segera menanti untuk segera dilaksanakan. Mengingat problematika Kota Medan ini sangat kompleks, butuh sentuhan kepemimpinan yang kuat, visioner, dan iklas untuk memajukan Kota Medan yang kita cintai ini. Bobby dan Aulia sekarang mendapat kepercayaan sebagai sebuah modal sosial yang sangat bagus dalam memimpin Kota Medan. Saya yakin Bobby akan mampu melakukan yang terbaik untuk Kota Medan menuju Kota yang smart dan Medan berkah bagi semua warganya,

Sekali lagi, dalam berbagai literatur ilmiah, kepemimpinan menjadi kata kunci (keynote) dalam pembangunan sebuah bangsa. Kekuatan bangsa-bangsa Eropa Barat dan Amerika Serikat, termasuk Jepang, Korsel, Singapura, dan China terletak pada kuatnya sistem kepemimpinan nasional (lokal) yang dibangun. Model kepemimpinan politik mereka adalah orientasi pelayanan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat (ruh pelayanan). Semua sumber daya yang dimiliki oleh negara tersebut, apakah SDM dan SDA diarahkan semua untuk kepentingan rakyat (spirit egaliter). Referensi ini harus dipahami oleh Bobby Nasution untuk Medan berkah kedepannya.

Model kepemimpinan seperti ini ternyata mampu membuat Jepang, Korsel, bahkan tetangga kita Malaysia menjadi bangsa yang unggul. Konsep kepemimpinan yang sudah dibangun oleh negara Jepang dan Korsel adalah konsep kepemimpinan yang substansinya menggiring masyarakat sampai pada tingkat kesejahteraan maksimum. Maka wajar di negeri itu hukum sangat tegas karena memang negara dibangun atas dasar semangat kebaikan bersama (public good). Aturan yang sangat dijunjung tinggi tentu membuat bangsa-bangsa maju terus berkiprah dan sangat menentukan peta perjalanan regional dan bahkan dunia.

Ketika negara-negara maju terus berlayar dalam samudera kemajuan, sudah dijelaskan di atas kata kuncinya karena kepemimpinan yang dibangun sudah sangat kuat dan mengakar dengan kepentingan rakyat. Masalahnya apakah bangsa kita bisa berlayar dalam samuder kemajuan jika kepemimpinan yang kita bangun sangat lemah? Ketika korupsi menjadi budaya, ketika rakyat miskin tidak kita pedulikan, ketika hukum dijadikan sebagai tameng, masihkan kita berharap sistem kepemimpinan nasional dan lokal yang kita bangun dapat dikatakan kuat dan mengakar? Tentu tidak. Kita butuh kepemimpinan yang kuat dan fundamnetal untuk menahkodai bangsa ini agar bisa berlayar lebih dalam dalam samuder kemajuan.

Dalam ilmu kepelayaran seorang nahkoda kapal sangat menentukan keselamatan kapal yang dihankodainya. Nahkoda yang baik selalu mengutamakan keselamatan penumpangnya dan segala barang yang ada di kapalnya agar sampai selamat di tujuan. Ketika keselamatan penumpang menjadi hal yang paling utama, berarti penumpang adalah raja yang harus dilayani dan tidak boleh disakiti. Filosofi nahkoda yang baik ini sebenarnya sudah harus diterapkan dalam dinamika politik.

Dinamika politik kita dewasa ini tidak bisa kita bantah bahwa politik yang kita jalankan belum masuk pada politik etis. Politik yang dijalankan oleh DPR, kader parpol, Kepala Daerah, Kepala Dinas lebih kental pragmatismenya daripada spirit memperbaiki kehidupan masyarakat. Akibatnya wajah politik kita sungguh memberikan sesuatu yang tontonan yang tidak elegan kepada masyarakat. Padahal akhir dari politik adalah bagaimana menciptakan “keadilan’ bagi masyarakat. Aristoteles sudah mengatakan politik adalah arena kaum moralis yang akan merancang masa depan rakyat melalui sistem demokrasi.

Pandangan Aristoteles sungguh berbeda dengan politisi kita yang sekarang hanya membangun pencitraan semu, yang justru menjauhkan substansi politik dari upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Parpol misalnya abai dengan fungsi keutamaan parpol yang sebenarnya sebagai sarana pendidikan politik dan artikulasi kepentingan rakyat. Pemerintah daerah abai dengan fungsi kepemrintahannya. Banyak pejabat yang ditangkap oleh KPK. Anggaran belanja pegawai selalu mendapat porsi lebih besar dalam anggaran daerahnya. Fenomena seperti inilah yang harus kita akhiri agar kita bisa menjadi bangsa yang punya kepemimpinan yang kuat berbasis rakyat.

Kini Pilkada Kota Medan telah selesai. Harapan kita bersama Kota Medan menjadi kota berkah bagi warganya secara khusus dan bagi semua orang secara umum. Harapan kita sebagaiw arga Kota Medan semuanya sama, yakni: Pertama, percepatanan pelayanan publik semkain bagus. Pelayanan publik yang rima adalah hak dasar bagi semua warga. Saatnya mal pelayanan publik terbuka bagi warga Kota Medan dengan pelayanan yang terukur dan bermutu. Untuk itu, kepemimpinan Bobby sebagai Nahkoda Kota Medan sangat kita harapkan mampu mendorong pelayanan publik yang prima berbasis kebutuhan warga Kota Medan.

Kedua, penanganan banjir. Saat ini banjir di Kota Medan adalah masalah klasik yang dari dulu sangat sulit teratasi. Saatnya manajemen penangangan banjir fokus pada akar masalah dan fokus pada upaya penyelamatan warga Medan harus dilakukan oleh Bobby.

Ketiga, penanganan masalah kemacetan Kota Medan yang sudah sangat akut. Saatnya tingkat kemacetan Kota Medan bisa dicari bagaimana solusinya agar warga Kota Medan bisa hidup dengan tertib dan mampu memobilisasi warga Kota Medan dengan efektif dan efisien. Keempat, peningkatan mutu pendidikan SD dan SMP serta mutu layanan kesehatan yang lebih baik dan memebrikan akses yang sebesar besarnya kepada warga miskin. Saatnya mutu pendidikan bisa ditingkatkan dengan memberikan kesempatan yang sama pada semua warga Kota Medan. Kemudinan mutu layanan kesehatan harus diperhatikan untuk semua warga. Dalam hal ini akses kesehatan harus efektif dan mampu membuat warga Kota Medan terlayani dengan baik.

Kelima, pemberdayaan warga melalui pemeberdayaan ekonomi sehingga bisa meningkatakan taraf hidupnya. Dalam hal ini warga miskin harus mendapat skala perioritas yang baik. Pemberdayaan UMKM, pemberdayaan pedagang kaki lima harus dilakukan karena merekalah ujung tombak perekonomian. Pemberdayaan warga miskin Kota perlu diperiritaskan dengan tujuan menghadirkan kesejahteraan bagi semua warga.

*Penutup*

Mari beri kesempatan kepada Bobby Nasution dan Aulia Rahman sebagai nahkoda Kota Medan kedepan. Warga Kota Medan sudah memberikan hak suaranya kepada Bobby dan ini adalah momentum bagi Booby sebagai modal sosial untuk jadi nahkoda Kota Medan depan. Saya yakin, Booby Nasution akan mampu jadi Walikota Medan yang visioner, aspiratif, dan mampu menghadirkan masa depan lebih awal. Semoga Medan berkah akan jadi kado bagi warga Kota Medan untuk membangun Kota Medan yang modern, religius, dan jadi pusat peradaban di Sumaetra Utara.

Penulis adalah: Ketua Dewan Pakar Pemuda Pancasila Sumatera Utara / Guru Besar Manajemen UPMI Oleh: Prof. Dr. Marihot Manullang. (Rel/genk)

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Profil

Malam Tahun Baru di Pengungsian, Bobby Nasution Dampingi Presiden Prabowo Beri Harapan untuk Warga Batuhula

Profil

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Profil

Bakopam Sumut Gelar Silaturrahmi Tahun Baru di Kediaman Anggota DPR RI Maruli Siahaan

Profil

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim di Awal Tahun 2026

Profil

Bakopam Sumut Bertahun Baru di Kediaman Tokoh Masyarakat RE Nainggolan

Profil

DPW Pendawa Sumut Salurkan Bantuan Sembako kepada Anggota Terdampak Banjir di Medan