Halomedan | Hampir semua terdakwa Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Medan tidak ditahan walaupun sudah di Vonis Hakim, seperti Mantan Calon Walikota Medan Ramadhan Pohan yang dihukum satu tahun tiga bulan penjara oleh majelis hakim dalam persidangan yang berlangsung diruang Cakra Utama, namun tidak ditahan majelis Hakim.
Dalam amar putusan Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik menyatakan bahwa politisi Demokrat terbukti bersalah melakukan penipuan senilai Rp 15,3 Milyar. Dan dana tersebut diduga untuk membiayai kampanyenya saat mencalonkan diri sebagai Walikota Medan periode 2015-2020.
Ramadhan Pohan dinyatakan melanggar pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 (1) ke-1 KUHPidana.
Usai mendengarkan putusan majelis hakim, Ramadhan Pohan menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim sedangkan Penuntut Umum Sabarita menyatakan banding atas putusan hakim.
Hal inilah yang membuat masyarakat Kota Medan sering kecewa atas tindakan hakim, sebab hampir terdakwa Tipikor selalu menjalani hukuman tidak seperti penjahat kriminal yang lainnya.
Terpisah, SUMUT24 beberapa waktu lalu menanyakan kepada Humas PN Medan Erintuah Damanik SH MH kenapa terdakwa tidak ditahan padahal sudah divonis dan sudah dinyatakan bersalah.
“Terdakwa lantaran tidak ditahan sebab jaksa dan kepolisan dari pertama sebelum sidang tidak pernah ditahan. Maka dari itu Hakim tidak menahan,” katanya beberapa waktu lalu.
Lanjut lagi, Erintuah juga menerangkan bahwa ketika Terdakwa mengajukan banding, terdakwa tidak ditahan, karena terdakwa belum menerima putusan hakim. Namun jika dia menerima maka langsung bisa ditahan,” tutupnya. (C03)
Teks Foto : Ramadhan Pohan Ajukan Banding usai mendengar putusan hakim