Medan | Halomedan.com
Dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, keluarga besar Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara menyampaikan rasa syukur dan penghargaan setinggi-tingginya atas bantuan hewan kurban dari berbagai tokoh dan pejabat di Sumatera Utara.Ucapan terima kasih disampaikan kepada Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. selaku Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes. Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H. selaku Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Sumatera Utara, Sri Pranoto, S.SiT., M.M. selaku Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sumatera Utara, serta Kombes. Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. selaku Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Medan.Atas kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha 1447 H, Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kurban yang telah diberikan, melimpahkan keberkahan, kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan tugas pengabdian, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT."Semulia-mulia manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama," ujar KH. Akhmad Khambali, SE., MM., Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat.Idul Adha tahun ini menjadi momentum istimewa bagi jamaah Majlis Sholawat Akhsa Nusantara dengan terselenggaranya kegiatan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban kepada masyarakat."Alhamdulillah, kami dari pengurus Majlis Sholawat Akhsa Nusantara menyampaikan apresiasi atas sumbangsih dan kurban dari Bapak Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto selaku Kapolda Sumatera Utara, Kombes. Pol. Jean Calvijn Simanjuntak selaku Kapolrestabes Medan, Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Sumut, dan Bapak Sri Pranoto selaku Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Sumut," ujar Kyai Khambali yang juga Pengasuh Majlis Sholawat Akhsa Nusantara.Lebih lanjut, Kyai Khambali menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban tidak semata-mata menjadi ritual simbolik untuk menggugurkan kewajiban bagi yang mampu, melainkan harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan soliditas dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara."Idul Adha juga mengandung pesan-pesan mulia berupa nilai pengorbanan dan kemanusiaan yang bersifat universal. Momen ini merupakan bentuk ta'dzim kita dalam mewarisi keteladanan Nabi Ibrahim AS," tandasnya.Dengan mengusung tema "
Merajut Ukhuwah, Menebar Kemaslahatan di Hari Raya Kurban antara Ulama dan Umaro," kegiatan kurban yang dilaksanakan Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara diharapkan dapat mempererat hubungan kebersamaan, memperkuat nilai kepedulian sosial, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.