Medan | Halomedan.com
Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026, dinamika internal partai berlambang beringin ini semakin menghangat. Lobi politik antar elite, komunikasi senyap, hingga pemetaan kekuatan di tingkat DPD II disebut berlangsung intens dan penuh perhitungan.Golkar dikenal sebagai partai dengan tradisi politik matang. Di dalamnya bercampur kader senior yang telah lama malang melintang di panggung politik dengan kader muda yang kini mulai tampil ke permukaan. DPD I Golkar Sumut sendiri memiliki posisi strategis dalam peta politik nasional, sehingga sosok ketua yang terpilih nantinya dinilai akan sangat menentukan arah partai ke depan.Peta kontestasi mulai terbaca setelah Hendri Yanto Sitorus, Ketua DPD II Golkar Labuhanbatu Utara sekaligus Bupati Labura, menyatakan kesiapan maju dalam Musda. Dinamika semakin menguat pasca pergantian Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sumut dari Musa Rajekshah kepada Ahmad Doli Kurnia Tanjung, yang memunculkan spekulasi soal arah dukungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Sejumlah kader senior Golkar Sumut mengingatkan agar DPP tidak terburu-buru mengarahkan dukungan pada satu figur. Beberapa nama kader potensial sempat mencuat, di antaranya Irham Buana Nasution, Rolel Harahap, Yasir Ridho Lubis, Andar Amin Harahap, hingga Rahmadiansyah.Namun setelah Yasir Ridho Lubis menyatakan tidak berminat maju, dinamika pun mengerucut. Nama Andar Amin Harahap mulai menguat sebagai alternatif serius dan disebut-sebut berpotensi menjadi penantang utama Hendri Yanto Sitorus.
Dua Kader Muda,
Dua Kekuatan
Jika Musda Golkar Sumut benar-benar mempertemukan Hendri Yanto Sitorus dengan Andar Amin Harahap, maka partai ini akan menyaksikan pertarungan dua kader muda terbaiknya.Hendri Yanto Sitorus dikenal memiliki basis kekuatan di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga birokrat dan politisi. Kakaknya, Erni Ariyanti, menjabat Ketua DPRD Sumatera Utara, sementara ayahnya, H. Khairuddin Syah Sitorus, merupakan Bupati Labura dua periode. Jejaring politik dan kekuasaan daerah menjadi salah satu modal utama Hendri dalam kontestasi Musda.Sementara itu, Andar Amin Harahap, S.STP., M.Si., memiliki rekam jejak pemerintahan yang panjang. Lulusan STPDN Jatinangor ini pernah menjabat Wali Kota Padangsidimpuan periode 2013–2018 dan Bupati Padang Lawas Utara periode 2018–2023. Saat ini, ia juga tercatat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar sekaligus Ketua DPD II Golkar Padang Lawas Utara.
Andar juga lahir dari keluarga dengan tradisi politik Golkar yang kuat. Ayahnya, Drs. H. Bachrum Harahap, dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh di kawasan Tapanuli Bagian Selatan. Faktor ini membuat Andar dinilai memahami secara mendalam struktur dan kultur internal Partai Golkar.Arah Dukungan Belum FinalHingga kini, Andar Amin Harahap belum menyatakan sikap resmi terkait pencalonannya. Namun, perbincangan informal di internal Golkar Sumut menyebutkan bahwa dukungan dari sejumlah DPD II mulai mengalir. Jika DPP membuka ruang kompetisi yang adil dan Musda berjalan demokratis, maka duel Hendri versus Andar dinilai akan menjadi kontestasi gagasan dan kapasitas, bukan sekadar adu kekuatan.
Musda Golkar Sumut 2026 pun dipandang sebagai ujian kedewasaan partai dalam mengelola regenerasi dan demokrasi internal. Lebih dari sekadar memilih ketua, Musda ini akan menentukan arah konsolidasi Golkar Sumut menghadapi Pemilu 2029.Pada akhirnya, sejarah bukan hanya akan mencatat siapa yang terpilih, tetapi juga bagaimana proses politik itu dijalankan. Redaksi/ HM