Aaliansi Nelayan Kecil Gelar Diskusi, Ini Kata Ketum Ketua umum DPP ANKM-I, Rahman Ghafiqi

Administrator - Minggu, 17 Juli 2022 13:32 WIB

Batubara| Halomedan.coAliansi Nelayan Kecil Modern Indonesia (ANKM-I) Kabupaten Batubara menggelar diskusi dan temu ramah di Cafe Dumin Kecamatan Tanjungtiram Kabupaten Batubara, Jumat (15/7).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua umum DPP ANKM-I, Rahman Ghafiqi, Sekretaris M. Adam Malik, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Mutiara Keadilan Armansyah SH MH serta pengurus ANKM-I Kabupaten Batubara.

Ketua Umum Rahman Ghafiqi, SH dalam sambutannya mengucapkan terimah kasih atas semangat para kawan-kawan dalam membahas tentang aturan dan kesejahteraan nelayan.

“Diskusi ini sangat baik, disini ANKM-I dan LBH Mutiara Keadilan Kota Medan membahas soal aturan-aturan yang bersangkutan dengan nelayan baik itu hak, tanggung jawab,soal alat tangkap, dan kesejahteraan nelayan serta pandangan hukum untuk nelayan,” kata Rahman yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Rahman yang dididampingi ketua LBH Mutiara Keadilan Armansyah, SH, MH menjelaskan, sebagai perkumpulan nelayan yang rata-rata diinisiasi oleh para nelayan pukat teri, sampai saat ini dianggap sebagai nelayan yang alat tangkapnya tidak ramah lingkungan.

“Problem alat tangkap yang tidak ramah lingkungan selalu menjadi ketakuan hal melakukan penangkapan di laut, tetapi dari hasil diskusi ini kita akan lakukan kajian-kajian akedimisi untuk menetukan apakah ini berdampak pada ekosistem biota laut,” terangnya.

Dirinya juga menganggap pelarangan alat tangkap bertolak belakang dengan perekonomi nelayan dan ciri khas kota medan yaitu Teri Medan.

“Teruntuk Batubara, nelayan disini kebanyakan pukat teri. Kalau ini dilarang pasti berdampak dengan ekonomi masyarakat serta ikon Teri Medan bakal hilang,” tuturnya.

Selain itu, ujarnya, ANKM-I juga akan menyampaikan aspiriasi dan keluhan para nelayan kepada pihak Pemerintahan dan DPR.

“Kita berharap agar pemerintah benar-benar fokus dalam melakukan tindakan pasti terhadap penyelesaian konflik antara nelayan-nelayan kecil dengan para nelayan tradisional karen mereka harus dibina dan disejahterahkan oleh Negara bukan disingkirkan, tegas Rahman. rel

Editor
: Administrator

Berita Terkait

Berita

Agung S Pratama Minta Polres Pelabuhan Belawan Usut Kasus Penggelapan Mobil Miliknya

Berita

Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo

Berita

H. Ikrom Helmi Nasution: Dirgahayu RI ke-81, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

Berita

MTQ Yayasan Haji Anif ke 7 resmi dibuka oleh Musa Rajekshah

Berita

Anggota PJ91 Lakukan Aksi Plogging, Jumhur Hidayat: Bagian dari Tobat Ekologi

Berita

BAYI NORWEGIA LAHIR MEMBAWA TABUNGAN, BAYI INDONESIA MENYAMBUT UTANG?