Jogja – Jogja, Sumut24.co – Wahyudi Kurniawan kembali maju mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua ASKAB PSSI Sleman periode 2026–2030. Komitmen itu ditegaskannya usai menyerahkan berkas pencalonan di kantor ASPROV PSSI DIY, Selasa (18/2).Wahyudi menyatakan, pencalonannya kali ini merupakan bagian dari kesinambungan roadmap pembinaan sepak bola Sleman yang telah berjalan selama 12 tahun terakhir. Ia menargetkan penyempurnaan program jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam kerangka 15 tahun pembangunan sepak bola daerah."Hari ini perjalanan itu telah memasuki tahun ke-12. Artinya, masih ada tiga tahun strategis yang harus kita optimalkan bersama agar fondasi yang telah dibangun benar-benar kokoh dan berkelanjutan," ujarnya.Menurutnya, sepak bola bukan sekadar industri atau kegiatan musiman, melainkan ruang pembinaan generasi muda. Ia menegaskan, sepak bola memuat mandat pembentukan karakter, sportivitas, dan prestasi, sekaligus menjadi kebanggaan (pride) daerah."Sepak bola harus dikelola dengan visi dan misi yang jelas, melalui tahapan pengembangan yang terukur. Ada strategi dan target yang dirujuk dari Statuta FIFA, PSSI, serta RPJMD Kabupaten Sleman, kemudian disinergikan dengan seluruh pemangku kepentingan," katanya.Ia menyebut ekosistem sepak bola Sleman harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari klub, sekolah sepak bola (SSB), sekolah, sponsor, hingga pemerintah daerah.Wahyudi juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam proses pemilihan kepengurusan mendatang. Ia berharap suksesi kepemimpinan ASKAB PSSI Sleman berjalan secara fair play tanpa praktik-praktik yang mencederai nilai olahraga."Proses alih kepemimpinan hendaknya tidak menggunakan cara-cara yang tidak terhormat seperti jegal-menjegal, meminjam tangan kekuasaan, atau sogok-menyogok. Itu bertolak belakang dengan nilai sepak bola dan merusak marwah sepak bola Sleman," tegasnya.Ia menambahkan, kepemimpinan bukan hanya soal figur, tetapi kesinambungan visi dan kesiapan regenerasi. Pengurus ke depan, menurutnya, harus memahami potensi, kultur, dan karakter sepak bola Sleman.Dalam pencalonannya, Wahyudi memaparkan sejumlah program prioritas apabila kembali dipercaya memimpin, di antaranya menjaga ekosistem sepak bola tetap kondusif, memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan transparan, digitalisasi administrasi ASKAB dan klub, serta memprioritaskan pembinaan usia dini dan grassroots.Selain itu, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, pemerataan infrastruktur latihan, hingga peningkatan target prestasi di level lokal, regional, dan nasional juga menjadi bagian dari agenda strategisnya.Dengan visi keberlanjutan dan penguatan fondasi, Wahyudi berharap sepak bola Sleman semakin maju dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat.Komitmen itu ditegaskannya usai menyerahkan berkas pencalonan di kantor ASPROV PSSI DIY, Selasa (18/2).
Wahyudi menyatakan, pencalonannya kali ini merupakan bagian dari kesinambungan roadmap pembinaan sepak bola Sleman yang telah berjalan selama 12 tahun terakhir. Ia menargetkan penyempurnaan program jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam kerangka 15 tahun pembangunan sepak bola daerah."Hari ini perjalanan itu telah memasuki tahun ke-12. Artinya, masih ada tiga tahun strategis yang harus kita optimalkan bersama agar fondasi yang telah dibangun benar-benar kokoh dan berkelanjutan," ujarnya.Menurutnya, sepak bola bukan sekadar industri atau kegiatan musiman, melainkan ruang pembinaan generasi muda. Ia menegaskan, sepak bola memuat mandat pembentukan karakter, sportivitas, dan prestasi, sekaligus menjadi kebanggaan (pride) daerah.
"Sepak bola harus dikelola dengan visi dan misi yang jelas, melalui tahapan pengembangan yang terukur. Ada strategi dan target yang dirujuk dari Statuta FIFA, PSSI, serta RPJMD Kabupaten Sleman, kemudian disinergikan dengan seluruh pemangku kepentingan," katanya.Ia menyebut ekosistem sepak bola Sleman harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari klub, sekolah sepak bola (SSB), sekolah, sponsor, hingga pemerintah daerah.Wahyudi juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam proses pemilihan kepengurusan mendatang. Ia berharap suksesi kepemimpinan ASKAB PSSI Sleman berjalan secara fair play tanpa praktik-praktik yang mencederai nilai olahraga."Proses alih kepemimpinan hendaknya tidak menggunakan cara-cara yang tidak terhormat seperti jegal-menjegal, meminjam tangan kekuasaan, atau sogok-menyogok. Itu bertolak belakang dengan nilai sepak bola dan merusak marwah sepak bola Sleman," tegasnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan bukan hanya soal figur, tetapi kesinambungan visi dan kesiapan regenerasi. Pengurus ke depan, menurutnya, harus memahami potensi, kultur, dan karakter sepak bola Sleman.Dalam pencalonannya, Wahyudi memaparkan sejumlah program prioritas apabila kembali dipercaya memimpin, di antaranya menjaga ekosistem sepak bola tetap kondusif, memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan transparan, digitalisasi administrasi ASKAB dan klub, serta memprioritaskan pembinaan usia dini dan grassroots.Selain itu, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, pemerataan infrastruktur latihan, hingga peningkatan target prestasi di level lokal, regional, dan nasional juga menjadi bagian dari agenda strategisnya.Dengan visi keberlanjutan dan penguatan fondasi, Wahyudi berharap sepak bola Sleman semakin maju dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat.rel