Ikan Nila Berlendir, 41 Santri Diduga Keracunan Usai Peringatan Hari Santri di Deli Serdang

Administrator - Jumat, 23 Oktober 2026 20:15 WIB
Deli Serdang— Sebanyak 32 santri dan santriwati Pondok Pesantren Mazilah Darussalam dan 9 orang dari Pondok Pesantren Ponpes Daarul Syifa diduga mengalami keracunan setelah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional di Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (22/10/2026). Puluhan santri tersebut harus dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis.Pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Ustad Dahrul Yusuf, mengungkapkan bahwa dirinya bersama para santri berangkat menuju Kantor Bupati Deli Serdang sekitar pukul 06.00 WIB untuk mengikuti kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.Menurut Dahrul, kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 pondok pesantren. Sekitar pukul 12.00 WIB, para peserta mendapatkan makan siang yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang.Saat pembagian dan konsumsi makanan berlangsung, tidak ada kejadian mencurigakan yang mereka ketahui. Namun, situasi berubah ketika memasuki waktu petang.Dahrul menuturkan, sekitar waktu Magrib pada hari yang sama, sejumlah santri mulai mengeluhkan mulas dan kondisi tubuh yang tidak nyaman. Meski demikian, dirinya bersama para guru lainnya belum mengetahui kondisi yang dialami anak-anak didik mereka.Kecurigaan baru muncul pada Jumat (23/10/2026) menjelang pagi, ketika tidak ada santri maupun santriwati yang datang ke masjid untuk melaksanakan salat Subuh.Setelah dilakukan pengecekan, mereka mendapati sejumlah santri terbaring dalam kondisi lemah.Menyadari situasi tersebut, Dahrul segera membawa para santri yang mengalami gejala ke fasilitas kesehatan. Karena jumlahnya cukup banyak, sebanyak 32 santri dan santriwati dibawa ke tiga rumah sakit berbeda, yakni Rumah Sakit Madani dan dua rumah sakit lainnya di kawasan Saentis.Pengurus Ponpes Lain Melaporkan Keluhan SerupaDi tengah situasi tersebut, Dahrul berinisiatif mencari informasi apakah kejadian serupa juga dialami santri dari pondok pesantren lain yang menghadiri peringatan Hari Santri.Ia kemudian menyampaikan pertanyaan melalui salah satu grup WhatsApp yang beranggotakan pengurus pondok pesantren.Sambil menunggu tanggapan, Dahrul mengaku berusaha mengingat kembali kemungkinan adanya faktor lain yang dapat menjelaskan kondisi kesehatan para santrinya.Namun, berdasarkan ingatannya, para santri tidak mengonsumsi makanan lain setelah berangkat dari pondok pesantren selain makanan yang mereka terima saat mengikuti kegiatan Hari Santri di Kantor Bupati Deli Serdang.Tak lama kemudian, sejumlah pengurus pondok pesantren lain pada grup WhatsApp yang sama mulai menyampaikan bahwa anak-anak didik mereka juga mengalami keluhan kesehatan yang kurang lebih serupa.Keterangan tersebut menambah perhatian terhadap dugaan keterkaitan antara gangguan kesehatan para santri dan makanan yang disajikan dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan pengujian sampel makanan.Terpisah, Prof Dr Adil Akhyar Pimpinan Ponpes Daarul Syifa menjawab pertanyaan dari wartawan dan mengatakan bahwa anak didiknya ada 9 orang yang mengalami kejadian serupa."Ia, ada 9 orang dari ponpes daarul Syifaa, tadi pertolongan pertama kami beri minum air kelapa, lalu dibawa ke puskesmas," ujar Prof Dr Adil Akhyar.Ikan Nila Berlendir dan Berbau Menjadi SorotanDahrul mengungkapkan, salah satu hal yang membuatnya mencurigai makanan dalam kegiatan tersebut adalah kondisi lauk ikan nila yang diterima para santri.Menurut dia, salah satu menu yang dibagikan yaitu pada ikan nila yang dibungkus untuk makan siang, dilaporkan dalam kondisi berlendir dan sedikit mengeluarkan bau tidak sedap.Kondisi tersebut menjadi dasar kecurigaannya terhadap makanan yang dikonsumsi para santri sebelum mereka mulai mengalami keluhan pada petang harinya.Kendati demikian, kondisi ikan sebagaimana dituturkan Dahrul belum dapat dijadikan bukti bahwa makanan tersebut merupakan penyebab keracunan. Kepastian penyebab kejadian memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran sumber makanan dan hasil pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.Pemkab dan Kandepag Disebut Telah Menyampaikan Permintaan MaafPerkembangan lain disampaikan Dahrul melalui pesan kepada wartawan. Ia menyebutkan bahwa pihak Pemkab Deli Serdang dan Kantor Departemen Agama (Kandepag) Deli Serdang telah datang menemui pihak pesantren untuk meminta maaf dan menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.Informasi ini menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus dugaan keracunan yang dialami para santri setelah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional.Namun, bentuk tanggung jawab yang dimaksud, termasuk penanganan biaya pengobatan para korban, penelusuran penyebab kejadian, dan langkah evaluasi penyediaan makanan, masih perlu diperjelas.Konfirmasi langsung kepada Pemkab Deli Serdang dan instansi Kementerian Agama terkait diperlukan untuk mengetahui tindak lanjut yang akan dilakukan serta memastikan langkah penanganan bagi para santri yang terdampak.Penyebab Keracunan Masih Perlu DipastikanKasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyediaan konsumsi dalam kegiatan yang melibatkan banyak peserta, termasuk santri dari berbagai pondok pesantren.Hingga berita ini disusun, belum diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium yang memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Jumlah korban dari pondok pesantren lain dan kondisi terkini seluruh santri yang terdampak juga masih perlu dikonfirmasi.Pemeriksaan terhadap makanan, penelusuran pihak penyedia konsumsi, serta keterangan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait diperlukan agar penyebab kejadian dapat diungkap secara objektif.Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan medis dan pemulihan para santri yang terdampak menjadi hal utama yang harus dipastikan. (****)

Editor
: Administrator
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

News

DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo

News

Dugaan Gas Beracun (H2S) Bocor, Kapolres Madina dan KBR Polda Sumut Olah TKP di Sumur V-1 PT.SMGP