Nazir Adam Kembali Pimpin PSSI Aceh, Pesan Keras ke PSSI Pusat: Jangan Adu Domba!

Administrator - Minggu, 04 Oktober 2026 14:25 WIB
Ist
SIGLI - Nazir Adam kembali memimpin PSSI Aceh periode 2026-2030. Namun, kemenangan dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh di Sigli, Sabtu (3/10/2026), tidak membuat Nazir memilih bahasa aman.Dari arena kongres, ia justru mengirim pesan tegas kepada PSSI Pusat: jangan membawa perbedaan kepentingan ke Aceh hingga memecah-belah insan sepak bola."Sepak bola ini persaudaraan, sepak bola ini keluarga. Kita berharap PSSI Pusat tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kita bertengkar di sini hanya karena perbedaan pendapat," kata Nazir Adam seusai kongres.Pernyataan itu menjadi salah satu pesan paling keras Nazir setelah kembali mendapatkan mandat memimpin Asprov PSSI Aceh untuk empat tahun ke depan.Nazir terpilih setelah meraih 33 suara dari total 40 voter yang memiliki hak pilih. Sebanyak tujuh voter tidak hadir dalam kongres yang diikuti perwakilan Askab, Askot, dan klub sepak bola di Aceh.Bagi Nazir, persoalan kongres seharusnya selesai melalui mekanisme organisasi. Jangan sampai perbedaan pilihan dan kepentingan justru menyeret sepak bola Aceh ke dalam konflik berkepanjangan.Ia meminta PSSI Pusat menghormati hasil kongres dan menindaklanjutinya sesuai statuta."Semua proses organisasi harus berjalan berdasarkan statuta, bukan kepentingan tertentu maupun intervensi yang tidak memiliki dasar aturan," tegasnya.Nazir juga mengingatkan bahwa statuta PSSI telah menyediakan mekanisme untuk menyelesaikan setiap persoalan. Karena itu, jika terdapat pihak yang keberatan terhadap hasil kongres, jalurnya adalah mekanisme organisasi, bukan mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya."Kita tidak ingin sepak bola Aceh hancur hanya karena persoalan ini. Semua proses ada aturannya dalam statuta, termasuk bagaimana menentukan siapa yang bersalah dan siapa yang benar," ujarnya.Peringatan itu disampaikan Nazir ketika dinamika pemilihan Ketua PSSI Aceh menjadi perhatian di internal sepak bola Aceh. Karena itu, ia menilai setelah kongres seluruh pihak harus kembali pada kepentingan yang lebih besar: membangun sepak bola Aceh.Menurutnya, kemenangan dalam kongres bukanlah akhir perjuangan. Justru pekerjaan sesungguhnya dimulai setelah mandat kepemimpinan diberikan."Amanah yang diberikan ini tentu sangat berat. Saya berharap mari kita berdayung bersama, jangan tinggalkan saya melangkah sendiri," kata Nazir.Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola Aceh, mulai dari Askab, Askot, klub hingga elemen pembinaan, kembali bergandengan tangan."Perjuangan untuk membangun sepak bola Aceh baru dimulai setelah kongres," katanya.Dengan mandat empat tahun ke depan, Nazir kini menghadapi pekerjaan yang jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan kongres. Ia dituntut menjaga organisasi tetap solid sekaligus memastikan pembinaan sepak bola Aceh bergerak lebih maju.Pesan yang disampaikannya juga jelas: jangan biarkan kepentingan organisasi pusat atau perbedaan pilihan politik internal mengorbankan persaudaraan sepak bola di Aceh."Kongres telah memberikan mandat. Kini, yang diuji bukan lagi siapa yang menang dalam pemilihan, melainkan bagaimana mandat itu digunakan untuk menyatukan kembali kekuatan sepak bola Aceh," pungkasnya..rel

Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

News

PSSI Raih Penghargaan Gold FIFA Forward Awards atas Proyek National Training Center di IKN