Oleh: Yarifai MappeatyWarkop Phoenampungan Community"Aku yang petarung, Aku yang Peduli, dan Aku Yakin Pemenang," adalah sebuah motto kerap melintas di beberapa grup whatsapp. Karena keseringan dibagikan oleh akun yang berbeda, pada akhirnya berhasil mengusikku. Oh, motto Andi Yuslim Patawari rupanya, pemilik akronim AYP. Lelaki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), 48 tahun silam.Bagi yang belum mengenalnya, motto itu mungkin terkesan arogan, bahkan cenderung mengintimidasi. Tetapi, bagi Penulis yang sudah bertahun mengenalnya, punya penilaian berbeda. Motto itu bukanlah ungkapan hiperbolik, namun hasil sebuah proses panjang dalam hal pencarian jati diri. Dan, melalui proses panjang yang tak kenal lelah itu, Yuslim, begitu ia disapa, akhirnya berhasil mendefinisikan dirinya dalam tiga ungkapan tersebut. Siapa Andi Yuslim Patawari? Bicaranya lugas, tegas, dan dengan artukulasi yang jelas, menunjukkan kalau ia pribadi yang penuh percaya diri. Sosoknya mulai dipercakapkan saat terjadi bencana tsunami Aceh. Kala itu, Ia Koordinator Tim Evakuasi dan Penanggulangan Bencana Tsunami Aceh dari Sulsel yang bertugas di Kab. Aceh Besar. Semenjak itu, namanya pun kerap disebut-sebut oleh koran-koran di Makassar. Sosok penerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya X 2017 itu, mulai menunjukkan dirinya sebagai sosok yang berbeda, sewaktu menjadi Wasekjen DPP AMPI 2009 - 2014. Padahal ketika itu, Ia hanya seorang dosen di sebuah kampus kecil di daerah yang relatif terpencil, namun mampu berkiprah di level nasional melalui jalur organisasi.Hebatnya, pada periode yang sama, alumni SMA Pesantren Pondok Madinah Makassar itu, terpilih sebagai Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat. Juga, sebagai Ketua DPP KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) pada 2011 – 2014. Bayangkan, begitu piawainya berorganisasi, Yuslim berhasil menjadi pengurus teras pada tiga organisasi tingkat nasional yang berbeda. Ia sungguh sosok kompeten yang sangat kompetitif. Tak berhenti di situ, pada Pilkada Bone 2013, Ia tiba-tiba muncul dan ikut bertarung selaku Calon Wakil Bupati mendampingi A. Irsan Galigo, melalui jalur independen. Meskipun pasangan dengan tagline "Kalloloe" itu hanya meraih suara tertinggi kedua, namun Yuslim sendiri benar-benar telah menjadi buah bibir di kampung halamannya. Apakah kegagalannya itu membuatnya terpuruk? Sama sekali tidak. Sebab kata itu tidak ada dalam kamusnya. Terbukti pada Pileg 2014, Ia kembali bangkit dan ikut berkontestasi sebagai Caleg DPR – RI melalui Partai Persatuan Pembangunan (P3). Sayangnya, perolehan suaranya tak cukup untuk mengantarkannya ke Senayan. Penulis mengira kalau Yuslim telah memutuskan menyerah karena Ia seolah menghilang setelah itu. Sekali lagi, tidak! Ia malah terus mengalir secara diam-diam dan kembali menata langkahnya di dunia organisasi. Dua tahun kemudian, tepatnya 2016, Ia kembali berkibar di pentas nasional sebagai Ketua DPP AMPI untuk periode 2016 – 2020. Tidak hanya itu, Yuslim juga mengambil keputusan yang dinilai paling berani dan gila. Ia memutuskan berhenti dari Dosen Politeknik Pertanian Pangkep - Sulsel, sekaligus berhenti sebagai ASN pada 2016. Sebuah keputusan yang mengejutkan dan disesali oleh banyak orang. Namun, Ia seperti api yang enggan padam. Tahun 2020, Yuslim kembali mengejutkan publik Makassar ketika terendus sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulsel untuk periode 2020 – 2025. Pada periode yang sama, ia juga tercatat sebagai Ketua Harian DPP Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi).Periode 2024 – 2025 dapat disebut sebagai puncak pencapaian karirnya di dunia organisasi dan politik. Andi Tos, nama masa belianya, membuat orang berdecak kagum lantaran Ia terlihat wara-wiri dari Sabang hingga Merauke sebagai Sekjen (Plt) Partai Perindo, partai Hary Tanoe, Founder MNC Group. Malahan saat ini, AYP pun masih sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) hingga 2030. Orang-orang pun bertanya-tanya, heran, "Dari mana ke mana sampai Ia bisa bercokol di situ?" Sebab semua tahu kalau kedua organisasi itu adalah organisasi paling elite di negeri ini.Dua dekade lebih AYP bertarung di bidang organisasi dan politik. Di sana, Ia ditempa oleh pengalaman jatuh – bangun. Hal itu mengingatkan pada petuah seorang bijak, "Petarung sejati, bukanlah mereka yang tak pernah kalah. Tetapi mereka yang mampu bangun kembali setiap kali jatuh." Oleh karena itu, tak salah jika AYP menyebut dirinya petarung.Selain itu, mungkin tak banyak yang tahu kalau AYP adalah Doktor Sosial Ekonomi Perikanan, yang diraihnya di Universitas Pajajaran pada 2023. Dan, Ia pun tampaknya tak benar-benar meninggalkan dunia pendidikan. Sebab terbukti saat ini masih menjabat Direktur LPPM Politeknik Lingga, Kepri, dan Wakil Rektor IV Universitas Jakarta (UNIJA).Bagai air yang terus mengalir dan api yang tak mau padam, itulah Andi Yuslim Patawari. Sosok yang memiliki keyakinan bahwa kelak akan menjadi seorang pemenang. Semoga…..Depok, 30 September 2026