BANDA ACEH - Menjelang 4 Desember 2026, Koalisi NGO HAM mengimbau masyarakat
Aceh menjaga ketertiban dan perdamaian serta menghindari simbol atau narasi yang berpotensi memicu ketegangan.Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM, Khairil Arista, mengatakan momentum 4 Desember perlu disikapi secara bijak dengan mengutamakan perdamaian, persatuan, dan penghormatan terhadap hukum."Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menjaga ketertiban dan menyampaikan perbedaan pandangan melalui cara-cara yang damai dan bermartabat," kata Khairil dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).Ia meminta masyarakat menghindari kegiatan, deklarasi, penyampaian simbol maupun narasi yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban umum.Menurut Khairil, perbedaan pandangan tetap dapat disampaikan melalui ruang dialog dengan cara yang damai serta sesuai ketentuan hukum. Hal itu dinilai penting agar momentum 4 Desember tidak memunculkan ketegangan di tengah masyarakat."Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan, menghormati hukum dan mempertahankan perdamaian yang sudah terbina di
Aceh," ujarnya.Koalisi NGO HAM juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan membangun masa depan
Aceh melalui dialog.Khairil mengingatkan agar perbedaan tidak berkembang menjadi persoalan yang membuka kembali luka dan trauma akibat konflik masa lalu."Kita tidak ingin perbedaan yang ada justru membuka kembali luka masa lalu. Mari bersama-sama menjaga
Aceh tetap damai, bersatu dan kondusif," katanya.rel