Medan– Bagi sebagian mahasiswa, hari pertama memasuki dunia perkuliahan mungkin identik dengan duduk di ruang kelas, berkenalan dengan teman baru, dan mengikuti kegiatan akademik. Namun, pengalaman berbeda dialami Nur Dini Hasanah, mahasiswa Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) sekaligus penerima Beasiswa KIP Kuliah.Alih-alih langsung duduk di bangku kuliah, langkah pertamanya sebagai mahasiswa UNPAB justru dimulai dari arena pertandingan. Ia langsung dipercaya mewakili Universitas Pembangunan Panca Budi dalam kompetisi pencak silat di Surabaya.Momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Nur Dini. Sebagai mahasiswa baru, ia ingin menunjukkan bahwa kesempatan yang diberikan kepadanya tidak hanya berhenti pada memperoleh pendidikan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui prestasi."Kesan pertama saya pas awal masuk kuliah bukan duduk di bangku kuliah, tapi saya langsung tanding di Surabaya, mewakili Universitas Pembangunan Panca Budi. Alhamdulillah, saya berhasil membawa pulang medali," ujar Nur Dini.Pengalaman tersebut seolah menjadi pembuka perjalanan Nur Dini sebagai mahasiswa UNPAB. Semangatnya di bidang pencak silat kemudian membawanya kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.Nur Dini berhasil mewakili UNPAB dalam Walisongo International Pencak Silat Championship 2025 dan meraih Juara 1 (1st Winner) kategori laga putri. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena diraih di tengah perjalanannya menempuh pendidikan sebagai penerima KIP Kuliah.Bagi Nur Dini, Beasiswa KIP Kuliah memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bantuan untuk membiayai pendidikan. Beasiswa tersebut menjadi pintu yang membawanya ke perguruan tinggi sekaligus memberikan ruang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.Ia mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Karena itu, kesempatan memperoleh KIP Kuliah menjadi sesuatu yang sangat disyukurinya."Bagi saya, bukan sekadar kuliah saja. Dari beasiswa ini saya bisa berprestasi lebih jauh, bisa duduk di bangku kuliah. Saya juga berasal dari keluarga yang kurang mampu, jadi saya sangat bersyukur bisa mendapatkan beasiswa ini," ungkapnya.Kisah Nur Dini menunjukkan bagaimana sebuah kesempatan dapat menjadi titik awal bagi seseorang untuk melangkah lebih jauh. KIP Kuliah tidak hanya membantunya mengakses pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan dirinya dalam mengembangkan kemampuan dan mengukir prestasi.Jika perjalanan tersebut diibaratkan sebuah film, Nur Dini bahkan telah menyiapkan judul yang menggambarkan kisah hidupnya."Kalau dijadikan film, saya akan memberikan judul Anak dari Keluarga Tidak Mampu Bisa Jadi Mahasiswa Berprestasi di Tingkat Nasional," tuturnya.Cerita Nur Dini menjadi gambaran bahwa latar belakang ekonomi bukanlah batas untuk meraih masa depan. Ketika kesempatan bertemu dengan kerja keras, semangat, dan keberanian untuk berkembang, seorang mahasiswa dapat membuktikan bahwa dirinya mampu berprestasi dan membawa nama baik almamater.Melalui kisah mahasiswa seperti Nur Dini Hasanah, UNPAB terus menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pendidikan sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing—baik di bidang akademik maupun nonakademik.rel